3. Tradisi Grebeg Gunungan di Yogyakarta
Tradisi Idul Adha di Yogyakarta digelar dengan Grebeg Gunungan.
Mirip tradisi Idul Adha di Semarang, masyarakat Yogyakarta juga mengarak hasil bumi dari halaman Keraton sampai Masjid Gede Kauman.
Ada tiga gunungan yang diarak, terdiri dari rangkaian sayur-mayur dan buah.
Tak hanya saat Idul Adha, di Yogyakarta tradisi ini juga digelar setiap hari besar agama Islam lainnya. Misalnya saja saat Idul Fitri ada acara Grebeg Syawal.
Menurut kepercayaan setempat, bagi yang berhasil mengambil hasil bumi dari gunungan tersebut, bisa mendatangkan rezeki.
Baca juga: Dufan Tetap Buka, Simak Harga Tiket Masuk saat Libur Idul Adha 2022
4 Tradisi Gamelan Sekaten di Cirebon
Gamelan Sekaten merupakan tradisi Idul Adha di Cirebon yang berasal dari Sunan Gunung Jati.
Tradisi Idul Adha ini merupakan cara Sunan Gunung Jati menyebarkan agama Islam di Cirebon.
Sesuai namanya, setiap perayaan hari besar agama Islam yakni, Idul Fitri dan Idul Adha, gamelan di area Keraton Kasepuhan Cirebon akan dibunyikan.
Alunan gamelan tersebut menjadi penanda bahwa muslim di Cirebon tengah merayakan hari kemenangan.
Biasanya gamelan dibunyikan sesaat setelah Sultan Keraton Kasepuhan keluar dari Masjid Agung Sang Cipta Rasa.
5. Tradisi Meugang di Aceh
Meugang merupakan tradisi Idul Adha di Aceh yang sudah ada sejak zaman kerajaan dan masih terus dilakukan hingga sekarang.
Meugang atau Makmeugang adalah tradisi menyembelih hewan kurban seperti kambing atau sapi yang dilakukan saat bulan Ramadhan, Idul Adha, dan Idul Fitri.
Baca tanpa iklan