Sebelumnya, rantai restoran makanan cepat saji Amerika adalah salah satu dari lusinan merek Barat yang menarik diri dari Rusia setelah invasi ke Ukraina.
Sekitar 850 cabang McDonald's di Rusia dijual kepada seorang pengusaha Siberia yang berencana untuk membukanya kembali dengan merek baru, meskipun nama barunya belum dikonfirmasi.
Selain itu, dilaporkan Kompas.com, Starbucks mengatakan pada Senin (23/5/2022), bahwa mereka akan hengkang dari Rusia dan menutup 130 gerainya di negara itu.
Starbucks awalnya telah menangguhkan operasionalnya pada awal Maret setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari.
Kini mereka mengatakan akan keluar dari Rusia dan tidak lagi memiliki merek di pasar negara itu.
Keputusan hengkangnya Starbucks diketahui diambil hanya beberapa hari setelah McDonald's lebih dulu memutuskan keluar dari Rusia.
Baca juga: Selain Singapura, Burger Terenak di Asia Ternyata Bisa Ditemukan di Jakarta
(TribunTravel.com/Mym)
Baca selengkapnya soal artikel viral di sini.
Baca tanpa iklan