"Ketika penerbangan pagi ditunda, kakek kami harus pulang karena dia dalam kondisi lemah dan tidak sehat saat ini, dia membayar 15.000 Pound Britania atau setara sekira Rp 272 juta untuk perjalanan keluarga besar bersama-sama, tetapi itu sudah hancur baginya sekarang, itu sangat menyedihkan."
"Kami semua menangis. Anda tidak bisa mengeluh tentang apa yang terjadi pada pesawat, tetapi komunikasi staf maskapai ke penumpang itu buruk. Mereka sama sekali tidak memperhatikan kesejahteraan kita, rasanya seperti mereka semakin menunda-nunda. akan pergi begitu saja."
"Rasanya sangat traumatis, apalagi berada di pesawat yang harus mendarat darurat."
Menanggapi kejadian tersebut, juru bicara TUI Airways mengatakan:
"Kami ingin meminta maaf kepada pelanggan yang bepergian dengan TOM822 dari Bandara Manchester ke Dalaman yang sayangnya tertunda karena masalah teknis.
Kami bertujuan untuk berkomunikasi dengan pelanggan secepat mungkin jika ada perubahan pada liburan mereka dan menawarkan transportasi, akomodasi semalam, makanan, dan minuman sesuai kebutuhan.
Kami memahami bahwa keterlambatan menit terakhir sangat mengecewakan dan ingin meyakinkan pelanggan bahwa kami melakukan segala yang kami bisa untuk membawa mereka pergi pada liburan mereka seperti yang direncanakan.
Kami ingin meminta maaf lagi atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang bepergian ke Dalaman dan kami berterima kasih mereka atas pengertian mereka.” (TribunTravel.com/nrl)
Kumpulan artikel penerbangan
Baca juga: Foto-foto Pesawat Garuda Indonesia yang Antar Jokowi & Iriana ke Jerman, Bercorak Khusus Kenegaraan
Baca juga: Alasan Pesawat Presiden Jokowi Lakukan Manuver Holding sebelum Tiba di Jerman
Baca tanpa iklan