Hal tersebut tentunya dapat mengancam ekosistem yang ada.
"Gambaran ini baru satu orang wisatawan, bagaimana jika ratusan wisatawan datang sekaligus. Berapa banyak kerusakan ekosistem yang dihasilkan," kata dia.
"Untuk itu, pembatasan pengunjung penting untuk segera diterapkan. Biaya kontribusi ini akan digunakan sebagai program konservasi untuk memperbaiki kembali ekosistem yang rusak atau berkurang nilainya," sambung Irman.
Selain nilai jasa ekosistem yang rusak dan berkurang, aktivitas manusia juga dapat mempengaruhi perilaku dari komodo itu sendiri.
"Komodo di area aktivitas manusia tinggi menunjukkan kewaspadaan yang kurang. Kemudian massa tubuh yang lebih besar karena kemudahan perolehan pakan dari sisa-sisa makanan di area wisata," jelas Carolina.
Baca juga: Viral Video Wisatawan Nyalakan Petasan di Pulau Kalong Taman Nasional Komodo hingga Banjir Hujatan
Hal tersebut, lanjutnya, akan mengurangi insting berburu komodo, yang mana Taman Nasional Komodo bisa menjadi area budidaya komodo.
"Inilah hal yang harus kami jaga dengan upaya-upaya konservasi," kata Carolina.
Taman Nasional Komodo merupakan habitat dari beragam biodiversitas.
Selain habitat bagi komodo, Taman Nasional Komodo juga menjadi tempat hidup berbagai spesies lainnya, yang termasuk dalam kategori terancam punah yaitu kakatua kecil jambul kuning.
"Setiap pengunjung yang datang ke Taman Nasional Komodo, perlu secara sadar bahwa Taman Nasional Komodo bukan semata-mata destinasi pariwisata, melainkan satu-satunya wilayah konservasi untuk komodo yang ada di dunia," jelas Irman.
"Jika hanya ingin melihat komodo, wisatawan bisa mengunjungi kebun binatang," tutupnya.
Taman Nasional Komodo didirikan pada 6 Maret 1980 dan menjadi salah satu taman nasional tertua di Indonesia.
Berdiri di atas lahan seluas 173.000 hektar, Taman Nasional Komodo didirikan dengan tujuan untuk menjaga kelestarian hidup satwa biawak komodo (Varanus komodoensis) bersama dengan alam sekitarnya.
Berdasarkan Data Taman Nasional Komodo tahun 2021, terdapat sekira 3.303 ekor biawak komodo yang hidup di dalam kawasan.
Pada 1991, United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) memberikan gelar 'World Heritage Site' kepada Taman Nasional Komodo.
Kemudian, Taman Nasional Komodo banyak meraih gelar internasional, di antaranya: Man and Biosphere Reserve (UNESCO, 1977) dan The New 7 Wonder of Nature (New 7 Wonders Foundation, 2011).
Baca juga: Anya Geraldine Tampil Memukau Kenakan Kostum Komodo dalam Jember Fashion Carnaval 2021
Baca juga: Shaloom Razade Rayakan Ultah ke 24, Liburan Bareng Pacar di Pulau Komodo
Baca tanpa iklan