Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Pilot Ungkap Alasan Makanan Terasa Berbeda saat di Pesawat

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Nurul Intaniar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi makanan di pesawat. Pilot ungkap alasan mengapa rasa terasa berbeda dibanding di darat.

Sebelum penerbangan, sebagian besar persiapan makanan maskapai dilakukan di darat.

Maskapai penerbangan akan menyiapkan makanan mereka sendiri atau bekerjasama dengan produsen makanan.

Ini tentu saja berbeda-beda di setiap negara, dengan banyak perusahaan berbeda yang menawarkan layanan tersebut.

Salah satu yang terbesar adalah LSG Sky Chefs dan artikel dari Asosiasi Pengalaman Penumpang Maskapai (APEX) ini menjelaskan skala mereka.

Mereka menjelaskan bagaimana lokasi Frankfurt saja yang melayani beberapa maskapai penerbangan menghasilkan 85.500 makanan setiap hari.

Perusahaan juga mengoperasikan fasilitas pencuci piring terbesar di Eropa.

Makanan pesawat dirancang untuk dipanaskan kembali.

Fasilitas di lapangan ini akan menyiapkan, memasak, dan mengemas makanan dalam jumlah besar.

Bergantung pada jenis makanannya, setelah dimasak akan didinginkan atau dibekukan sampai dipanaskan kembali di atas kapal (biasanya dalam waktu sepuluh jam setelah persiapan).

Banyak makanan, termasuk sebagian besar daging, dimasak dengan hati-hati.

Proses pemanasan ulang akan mengambil alih bagian akhir dari memasak.

Memang ada beberapa perubahan pada 2020, namun prinsipnya masih tetap sama.

Banyak maskapai penerbangan yang sementara ini beralih ke menu yang lebih sederhana dan lebih sedikit barang.

Makanan Diangkut ke Pesawat

Setelah disiapkan, biasanya di lokasi di bandara atau di dekatnya, makanan dingin dimuat ke dalam pesawat.

Halaman
1234