2. Lahore, Pakistan 165 AQI US
3. Shenyang, China 152 AQI US
4. Dubai, Uni Emirat Arab 148 AQI US
5. Riyadh, Arab Saudi 145 AQI US
6. Beijing, China 137 AQI US
7. Dhaka, Bangladesh 119 AQI US
8. Santiago, Chila 118 AQI US
9. Shanghai, China 114 AQI US
10. Sao Paulo, Brasil 102 AQI US
Baca juga: Jangan Lakukan! 4 Hal yang Picu Polusi Udara di Pesawat, Bikin Penumpang Tak Nyaman
Memperbaiki kualitas udara di Jakarta
Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga memiliki sejumlah masukan untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta.
Menurutnya, Work From Home (WFH) menjadi salah satu solusi karena dapat membatasi mobilitas masyarakat.
"Selain itu, tetap melaksanakan protokol kesehatan ketat dan menggunakan masker saat keluar rumah," tutur Nirwono kepada Kompas.com, Senin (20/6/2022).
Ia melanjutkan, penerapan ganjil genap di seluruh kawasan diberlakukan untuk semua kendaraan, baik mobil ataupun sepeda motor.
Nirwono juga menilai perlu juga ada penerapan persyaratan uji emisi kendaraan yang masuk Jakarta dan sekitarnya.
Baca juga: Viral di Medsos, Penumpang Wanita Alami Pelecehan di Kereta Api Solo-Jakarta
Baca juga: Tiket Pesawat Murah Batam-Jakarta dari Berbagai Maskapai, Terbang Langsung Cuma Rp 1 Jutaan
Tak cuma itu, ia pun mendorong agar masyarakat beralih menggunakan angkutan umum atau transportasi massal untuk bepergian jarak sedang-jauh.
Sementara untuk bepergian jarak dekat, Nirwono mengimbau masyarakat berjalan kaki dan bersepeda.
(TribunTravel.com/Sinta)
Baca tanpa iklan