TRIBUNTRAVEL.COM - Imbas invasi Rusia di Ukraina membuat sejumlah perusahaan memilih hengkang.
Satu di antarany McDonald's.
McDonald's memilih meninggalkan Rusia pada Maret 2022 lalu sebagai akibat dari invasi.
Sebanyak 850 cabang restoran McDonalds yang ada kini dijual ke pengusaha Rusia bernama Alexander Govor.
Baca juga: Putin Diduga Bawa Toilet Khusus saat ke Luar Negeri, Kumpulkan Kotorannya dan Bawa Pulang ke Rusia
Baca juga: McDonalds Hengkang dari Rusia, Restoran Pengganti Segera Dibuka
Ia sudah mengoperasikan 25 restoran di negara itu.
Govor menyetujui persyaratan bahwa nama McDonald's, branding, dan 'lengkungan emas' yang terkenal tidak digunakan.
Govor kemudian membuat merek baru.
Di bawah nama baru Vkusno-i Tochka (Lezat, Titik), 15 restoran pertama dibuka di seluruh Moskow pada hari Minggu (12/6/2022).
Vkusno-i Tochka bergerak cepat untuk membuka kembali semua cabang.
Manajer umum berharap memiliki 200 restoran dan mulai beroperasi pada akhir bulan ini.
McDonald's memutuskan untuk secara permanen menarik diri dari Rusia karena kehadirannya yang berkelanjutan "tidak lagi dapat dipertahankan, atau tidak konsisten" dengan nilai-nilai perusahaannya.
Namun, mereka menjamin 62.000 pekerja restorannya bekerja selama dua tahun ke depan sebagai bagian dari perjanjian penjualannya.
Pemilik baru, Govor, juga setuju untuk membayar gaji semua staf perusahaan McDonald's sampai penutupan, serta membayar kewajiban yang ada kepada pemasok, tuan tanah, dan perusahaan utilitas.
Baca juga: Pesawat Rusia Terjebak di Kanada, Dikenakan Biaya Parkir hingga Rp 15 Juta per Hari
Baca juga: Seberapa Dekat Alaska dengan Rusia? Simak Fakta di Baliknya
Sebelum pembukaan 15 restoran rebranding ini, Govor melalui perusahaannya, Sistema PBO, telah memperkenalkan logo baru.
Pada Kamis (9/6/2022), Sistema PBO merilis logo yang menampilkan lingkaran merah dan dua garis oranye dengan latar belakang hijau.
Baca tanpa iklan