TRIBUNTRAVEL.COM - McDonald's beberapa waktu lalu memilih hengkang dari Rusia.
Hengkangnya McDonald's dari Rusia pada Mei 2022 lalu merupakan buntut dari invasi Vladimir Putin ke Ukraina.
McDonald's mengatakan "tidak mungkin mengabaikan krisis kemanusiaan" yang disebabkan oleh konflik tersebut.
Bisnis itu kemudian dibeli oleh Alexander Govor, seorang pengusaha yang sebelumnya menjadi salah satu mitra waralaba McD.
Baca juga: Pria Blokir Layanan Drive-Thru McDonalds 2 Jam, Diduga Kesal Tunggu Pesanan Lebih dari 15 Menit
Baca juga: McDonalds Akan Tutup Permanen 850 Restorannya di Rusia karena Perang Ukraina
Berdasarkan perjanjian, perusahaan Amerika dapat mempertahankan hak untuk membeli kembali bisnis dalam waktu 15 tahun.
Pemilik baru McDonald's telah menentukan nama perusahaannya, yaitu Sistema PBO.
Tetapi belum diputuskan apa nama restorannya.
Pada hari Kamis (9/6/2022), Sistema PBO merilis logo yang menampilkan lingkaran merah dan dua garis oranye dengan latar belakang hijau.
Bentuknya mewakili burger dan french fries, menu utama dari bisnisnya.
"Latar belakang hijau dari logo itu melambangkan kualitas produk dan layanan yang biasa digunakan oleh para tamu kami," kata perusahaan itu, menurut kantor berita Tass yang dikelola pemerintah.
15 restoran rebranded pertama diharapkan akan dibuka di Moskow akhir pekan ini.
Ratusan lainnya diperkirakan akan mengikuti pada akhir Juni.
Setelah 30 tahun hadir di Rusia, McDonald's menjadi salah satu perusahaan paling terkenal yang keluar dari Rusia awal tahun ini.
27 Perusahaan Amerika yang Masih Beroperasi di Rusia, Tidak Ikuti Jejak Starbucks dan McDonald's
Baca juga: Lamar Kekasihnya saat Antre di McDonalds, Pria Ini Malah Ditolak Mentah-mentah
Logo Starbucks dan Lengkungan Emas McDonald's dibongkar di Rusia akhir Mei lalu setelah kedua bisnis itu menarik diri dari negara tersebut karena perang di Ukraina.
Baca tanpa iklan