Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Gara-gara Masak Mi Instan Setiap Hari, Pria India Ceraikan Istrinya

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Nurul Intaniar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mi instan.

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang pria di India menceraikan istrinya hanya karena bosan dengan makanan yang disajikan setiap hari.

Pria India tersebut merasa muak karena istrinya hanya memasak mi instan untuknya setiap hari baik itu pagi, siang maupun malam.

Tentu ia merasa bosan dan muak dengan apa yang disajikan istrinya setelah menikah.

Baca juga: Meghan dan Harry Dikritik dan Dicap Penipu Gara-gara Pulang ke Amerika Naik Jet Pribadi

Pria dari India ini mengklaim bahwa istrinya secara teratur membeli paket Mie Maggi dan menyajikannya.

Perseteruan aneh berjuluk 'Kasus Maggi' ini pun berakhir pada perceraian keduanya, menurut The New Indian Express dilansir dari Daily Star, Sabtu (11/6/2022).

Ilustrasi pasangan menikah. (unsplash.com/srosinger3997)

Hakim ML Raghunagh mengungkapkan alasan aneh di balik perceraian tersebut selama konferensi pers di Pegadilan Kota Mysuru bulan lalu.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh International Journal of Management, Technology and Social Science pada 2018, India mencatat tingkat perceraian 11 persen, laporan Insider.

Terlepas dari angka yang rendah, Raghunagh mengatakan, "Kasus perceraian meningkat secara drastis selama bertahun-tahun."

"Pasangan harus tetap bersama setidaknya selama setahun sebelum perceraian. Jika tidak ada undang-undang seperti itu, akan ada petisi perceraian yang diajukan langsung dari aula pernikahan," ujarnya.

Baca juga: Kisah Bule Tanzania di Bali Gagal Jadi Model, Terlantar Bersama Anak dan Kini Dideportasi

Baca juga: Ruben Onsu Ungkap Alasan Sering Unggah Foto saat Naik Pesawat, Tak Bermaksud Pamer

Hakim melanjutkan dengan mengatakan bahwa perceraian tampaknya lebih meningkat di daerah perkotaan.

"Di pedesaan, panchayat desa turun tangan dan menyelesaikan masalah," imbuhnya.

"Perempuan tidak memiliki kemandirian dan ketakutan mereka terhadap sentimen masyarakat dan keluarga memaksa mereka untuk mengatasi situasi tersebut," sambungnya.

Pasangan yang menunjukan cincin pernikahan (Drew Coffman /Unsplash)

Ia melanjutkan, "Tetapi di kota-kota, perempuan berpendidikan dan mandiri secara finansial."

Profesor Shubhada Maitra, dari Tata Institute of Social Sciences di Mumbai, sebelumnya menyoroti bahwa lonjakan perceraian dipicu oleh peningkatan harapan.

Maitra mengatakan kepada Hindustan Times bahwa mayoritas pria masih mengharapkan istri mereka untuk mengambil peran tradisional meskipun lebih banyak mencari karier.

Halaman
12