Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Susul McDonald's, Starbucks Resmi Umumkan Menutup 130 Kafe di Rusia

Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aneka menu minuman di Starbucks

TRIBUNTRAVEL.COM - Starbucks secara resmi mengumumkan akan menutup cabangnya di Rusia, setelah 15 tahun beroperasi.

Ditutupnya gerai Starbucks di Rusia ini merupakan salah satu keputusan untuk melancarkan perang di Ukraina, lapor Unilad.

Rantai kedai kopi multinasional Amerika itu mengumumkan bahwa mereka memutuskan 'untuk keluar dan tidak lagi memiliki kehadiran merek di pasar' Rusia.

Starbucks akan secara permanen menutup 130 tokonya di seluruh negeri, yang bertanggung jawab atas kurang dari 1 persen pendapatan global perusahaan.

NPR melaporkan waralaba kopi akan terus membayar hampir 2.000 karyawannya selama hampir enam bulan saat mereka mulai mencari pekerjaan baru.

Baca juga: Viral Bule Rusia Foto Tak Senonoh di Pohon Keramat Tabanan Bali, Begini Nasibnya Kini

Starbucks (Pexels /Pixabay)

Pada bulan Maret 2022 lalu, kedai-kedai kopi besar di Rusia telah menghentikan semua operasinya segera setelah invasi dimulai.

Mantan CEO Kevin Johnson mengatakan, "Kami terus menyaksikan peristiwa tragis dan hari ini, kami telah memutuskan untuk menangguhkan semua aktivitas bisnis di Rusia, termasuk pengiriman semua produk Starbucks."

Dalam pernyataan terpisah yang dirilis bulan itu, Johnson juga berjanji untuk menyumbangkan royalti dari bisnisnya di Rusia untuk tujuan kemanusiaan yang didedikasikan untuk bantuan Ukraina.

Sebelum Starbucks, McDonald's telah lebih dulu memutuskan untuk menutup 850 restorannya di Rusia secara permanen.

Disampaikan oleh pimpinan McDonald's, restoran cepat saji mereka di Rusia akan ditutup secara permanen dan dijual, mengingat perang berdarah yang sedang berlangsung antara Rusia dengan Ukraina.

Restoran cepat saji yang populer di berbagai negara ini memutuskan untuk menutup permanen 850 cabang di seluruh Rusia ketika Vladimir Putin mengobarkan perang terhadap Ukraina awal tahun ini.

Dengan adanya konflik yang masih berlangsung itu, kepala McDonald's mengatakan bahwa bisnisnya di Rusia tidak lagi bisa dipertahankan serta tak konsisten dengan nilai-nilai jual McDonald's.

Sebagai dedikasi dan loyatilasnya, Chris Kempczinski, CEO McDonald's akan terus membayar semua karyawan McDonald's di Rusia meskipun restorannya sudah ditutup pada Maret 2022.

Kempczinski mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Namun, kami memiliki komitmen untuk komunitas global kami dan harus tetap teguh dalam nilai-nilai kami."

Ketika perusahaan McDonald's mengumumkan akan menutup permanen restoran cepat saji tersebut, para penggemar kulinet McDonald's seperti burger hingga nugget langsung mengantre untuk pesanan terakhir mereka.

Baca juga: Tak Seperti Maskapai Lain, Emirates Tetap Layani Penerbangan ke Rusia

Baca juga: Detik-detik Pilot Rusia Keluar dari Pesawat Tempur Sebelum Ditembak Jatuh Ukraina

Ilustrasi - sepaket menu McDonalds (Flickr/Stock Catalog)
Halaman
12