Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Bagian Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Nia Haerani pun memberikan penjelasan.
Ia menegaskan bahwa fenomena benda bergerak tersebut tak berkaitan dengan aktivitas Gunung Semeru, dilaporkan Kompas.com.
"Melihat video di atas, fenomena benda bergerak tidak berkaitan dengan aktivitas Gunung Semeru," ujar Nia, Jumat (13/5/2022).
Kendati demikian, Nia tidak mengetahui secara pasti benda tersebut.
Ia menyarankan untuk mencari informasi kepada institusi terkait.
"Saya kurang tahu benda/fenomena apa, namun bisa ditanyakan kepada kantor atau institusi yang menangani bidang atmosfir atau cuaca," tutupnya.
Baca juga: Viral Wanita Asal Bekasi Mudik ke Temanggung Habiskan Rp 20 Juta selama 6 Hari
Di sisi lain, Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang mengatakan, benda tersebut diduga pecahan roket Long March/Chang Zheng 3B.
"Itu adalah pecahan roket Long March/Chang Zheng 3B yang sudah diprediksi akan jatuh pada 10 Mei 2022," kata Andi, dikutip TribunTravel dari Kompas.com, Rabu (17/5/2022).
Ia menambahkan, pekiraan jatuhnya roket memiliki toleransi kesalahan waktu lebih atau kurang dari 1 hari dari perkiraan tanggal tersebut.
Meski pecahan roket, Andi menegaskan bahwa benda tersebut bukanlah tanda bahaya.
"Bukan (pertanda bahaya) masih aman. Itu hanya pecahan roket yang jatuh di Samudera Pasifik," ungkapnya.
Baca juga: Viral Video Penjaga Kebun Binatang Diserang Singa Jantan, tapi Ditolong Singa Betina
Baca juga: Viral Video Penumpang Terjebak di Puncak Wahana Roller Coaster Setinggi 71 Meter
Baca tanpa iklan