"Tapi sudah terlanjur tersebar ya gimana lagi," kata Mas Say Laros.
Ia pun menegaskan bahwa dirinya bukanlah sosok Bima seperti yang disebut orang-orang di media sosial.
"Saya tegaskan jika saya bukan Bima," tegasnya.
Baca juga: Viral Detik-detik Kapal Tabrakan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Penumpang Teriak Histeris
Baca juga: Harga Tiket Masuk Pantai Pulau Merah Banyuwangi Terbaru Maret 2022
Sempat dihujat
Akibat viralnya foto tersebut, Mas Say Laros mengaku sempat mendapat hujatan.
Akun Facebook dan Instagram miliknya pun tak luput dari sasaran netizen.
"Mulai ada yang komen aneh-aneh di Facebook dan juga DM menuduh saya macem-macem," ungkap dia.
Namun hal tersebut terjadi dua tahun yang lalu.
Kini, Mas Say Laros tak mengindahkan komentar pengguna media sosial.
"Tapi sekarang ya cuek. Terserah walaupun masih banyak yang tanya apa saya Bima," ujar dia.
"Mau marah tapi ya sudah lah. Mau apa lagi," tutupnya.
Rowo Bayu sendiri merupakan situs sejarah yang dikenal dengan Sumber Kaputren.
Penduduk sekitar meyakini bahwa Sumber Keputren merupakan tempat mandi para putri Kerajaan Blambangan yang menjadi cikal bakal Kabupaten Banyuwangi.
Tak heran jika Rowo Bayu dianggap sakral.
Rowo Bayu berlokasi di Kawasan Hutan Petak 8, Forest Resort Songgon, bagian dari Kesatuan Pemangku Hutan Rogojampi, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.
Baca juga: Harga Tiket Masuk Pantai Pulau Merah April 2022, Tempat Ngabuburit Seru di Banyuwangi
Baca juga: Harga Tiket Masuk 3 Tempat Wisata di Banyuwangi, Termasuk De Djawatan yang Instagramable
Baca tanpa iklan