TRIBUNTRAVEL.COM - Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan aksi bule asal Rusia yang traveling ke Bali.
Diketahui bule tersebut adalah influencer bernama Alina Fazleeva.
Selebgram dengan pengikut mencapai 28,7 juta tersebut menjadi viral karena berpose tanpa busana pada pohon keramat yang berusia 700 tahun.
Alina Fazleeva dengan sengaja berpose sambil dipotret oleh suaminya di depan pohon kayu putih di Desa Adat Bayan, Tabanan, Bali.
Tanpa pikir panjang ia mengunggah foto tersebut hingga memicu kemarahan masyarakat setempat.
Bukan tanpa alasan, pohon kayu putih tempat Alina Fazleeva berfoto itu dipercaya masyarakat setempat sebagai rumah para dewa dalam budaya Hindu Bali dan dianggap suci.
Baca juga: Viral di Medsos Bule Keluhkan Pedagang Tisu di Pantai Kuta hingga Kapok Datang Kembali
Melansir laman Insider, Selasa (10/5/2022), akibat aksinya itu, Alina Fazleeva kemudian ditangani oleh pihak berwenang.
Menurut laporan, Alina Fazleeva dan suaminya dideportasi dari Pulau Dewata pada Jumat lalu dan dilarang masuk kembali ke Bali setidaknya selama enam bulan ke depan.
"Mereka telah melakukan kegiatan yang membahayakan ketertiban umum dan tidak menghormati norma-norma setempat, sehingga mereka dikenakan sanksi deportasi. Nama mereka akan dimasukkan dalam daftar larangan masuk," kata Kepala Imigrasi Bali Jamaruli Manihuruk.
Baca juga: Bule Pose Tanpa Busana di Pohon Keramat Bali, Minta Maaf & Kasus Ditangani Polda Bali
Sebelum meninggalkan Indonesia, pasangan influencer itu kembali ke pohon keramat itu untuk melakukan ritual meminta maaf.
Fazleeva meminta maaf atas tindakannya dan mengunggah ritual tersebut pada akun Instagram pribadinya @alina_yogi.
Ia pun membagikan dua foto terpisah lengkap dengan keterangan berupa permintaan maaf yang dituliskan dalam Bahasa Indonesia dan Rusia.
Baca juga: Viral Bule di Bali Marah-marah, Mobil Mewahnya Ditabrak sampai Bikin Macet Jalanan
"Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Bali dan Indonesia, saya menyesali perbuatan saya. Saya sangat malu, saya tidak bermaksud menyinggung Anda dengan cara apa pun, sama sekali tidak ada pengetahuan tentang tempat ini. Saya Barusan Berdoa di bawah Pohon dan langsung pergi ke kantor polisi untuk menjelaskan kejadian Ini dan meminta maaf," tulis Fazleeva.
Selain meminta maaf, Fazleeva juga menjalani ritual Mepejati dan pembersihan di pohon suci di hadapan pemangku dan penduduk desa setempat.
Baca tanpa iklan