TRIBUNTRAVEL.COM - Libur lebaran di pantai?
Ada beberapa hal yang harus kamu waspadai ketika liburan ke pantai.
Terutama buat kamu yang berniat untuk berenang di sekitar pantai.
Hal yang harus kamu waspadai ketika berenang di pantai adalah arus rip.
Arus rip menjadi satu dari sekian penyebab perenang tenggelam.
Baca juga: Raffi Ahmad ke Bali Bareng Keluarga, Rafathar & Rayyanza Asyik Rebahan di Pasir Pantai
Baca juga: 16 Pantai di Gunungkidul untuk Libur Lebaran 2022, Serunya Panjat Tebing di Pantai Siung
Apa itu arus rip?
Dilansir dari northcoastholidayhomes, Rip current atau arus rip adalah arus air yang tersalurkan yang mengalir menjauhi garis pantai di pantai.
Arus rip biasanya memanjang dari dekat garis pantai, melalui zona selancar (daerah antara tingkat air pasang di pantai ke sisi arah laut dari gelombang pecah) dan melewati garis gelombang pecah.
Bagaimana arus rip terbentuk?
Rip current terbentuk ketika ombak pecah di dekat garis pantai, menumpuk air di antara ombak yang pecah dan pantai.
Satu cara air ini kembali ke laut adalah dengan membentuk rip current, aliran air sempit yang bergerak cepat menjauh dari pantai, seringkali tegak lurus dengan garis pantai.
Seberapa besar arus rip?
Arus robekan bisa 10 – 20 kaki lebarnya meskipun bisa sampai 10 kali lebih lebar.
Panjang arus rip juga bervariasi.
Rip current mulai melambat saat bergerak ke lepas pantai, di luar ombak yang pecah, tetapi terkadang memanjang hingga ratusan kaki di luar garis selancar.
Baca juga: Penampakan Langka Cumi-Cumi Raksasa di Tepi Pantai, Wisatawan Panik
Baca juga: Pantai Pangandaran Kotor seusai Diserbu Wisatawan, Susi Pudjiastuti Bersih-bersih Bareng Cucu
Baca tanpa iklan