Perusahaan mengatakan telah menerapkan SOP (Standard Operasional Prosedure) yang sudah dijalankan oleh seluruh karyawan termasuk juga korban pada saat kejadian.
"Penyebab pasti kejadian masih dalam tahap penyelidikan pihak Kepolisian Resor Banjarnegara dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah," imbuhnya.
Pihak pengelola menegaskan tidak ada tanda-tanda korban dimakan Harimau.
Hal itu ditandai dengan tidak adanya organ tubuh yang hilang dari korban.
Ketika ditemukan pada tubuh korban hanya berupa bekas gigitan di bagian leher dan bekas cakaran punggung.
"Hanya diserang dan ditarik keluar ke kandang display. Karena tidak ada anggota badan pun yang hilang, semua masih lengkap, kemungkinan kehabisan darah," jelasnya.
Pengelola juga menegaskan kejadian penyerangan harimau terhadap karyawan tidak disebabkan oleh kurangnya pakan satwa.
"Kalau ada info kurang pakan itu tidak benar, ada nutrisionistnya yang memberikan makan dengan jumlah tertentu," katanya.
Kejadian satwa yang diberikan kepada koleksi satwa di Serulingmas sudah diatur oleh nutrisionist dan diawasi oleh BKSDA Jawa Tengah.
Baca juga: Ingin Punya Tempat Wisata Ramah Keluarga, Raffi Ahmad Siap Bangun Kebun Binatang di Tangerang
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina, 4.000 Satwa Alami Stres hingga Para Penjaga Bersembunyi di Kebun Binatang
Diketahui status korban adalah hanya pemberi makan atau keeper bukan pawang yang selalu bersentuhan dengan satwa.
"Kami menghimbau kepada masyarakat tidak menyebarluaskan foto atau video korban demi menjaga perasaan keluarga dan menyebarkan berita yang dapat menyebabkan simpang siuran informasi," jelasnya.
Melansir Kompas.com, Lulut mengaku akan membeberkan kronologi peristiwa yang menewaskan seorang karyawan itu sesegera mungkin.
"Untuk kronologi, mungkin besok kita rilis," ujar Lulut.
Kasatreskrim Polres Banjarnegara, AKP Bintoro Thio mengatakan atas insiden tersebut ada dua orang yang diperiksa sementara sebagai saksi.
"Ada dua orang diperiksa dari Serulingmas. Kalau dari Serulingmas mengatakan sesuai SOP tapi masih kita selidiki juga."
Baca tanpa iklan