Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Ramadhan 2022

Deretan Masjid Bersejarah di Jakarta untuk Wisata Religi saat Ramadhan 2022

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi bangunan masjid

Masjid ini dibangun pertama kali pada 1960-an dengan gagasan yang berasal dari Ir. Gustaf Abbas, kemudian gagasan tersebut didukung oleh para Jenderal yang juga tinggal di daerah Menteng dengan memberikan berbagai sumbangan dana untuk penyelesaian masjid ini.

Masjid Agung Sunda Kelapa dirancangan Ir. Gustav Abbas.

Arsitektur masjid ini menganut konsep yang fleksibel tanpa terpaut dengan simbol-simbol masjid pada umumnya, seperti kubah, menara, maupun simbol-simbol ornamen seperti bulan & bintang.

Baca juga: Wisata Religi ke Masjid Azizi, Bangunan Bersejarah Peninggalan Kesultanan Langkat

3. Masjid Lutze

Alamat: Jalan Lautze Nomor 87, RT.10/RW.3, Karang Anyar, Sawah Besar, DKI Jakarta.

Masjid Lautze dengan dominasi warna merah dan kuning sekilas tak seperti bangunan masjid.

Berbaur dengan bangunan ruko khas kawasan pecinan, masjid itu tak memiliki kubah layaknya masjid di Indonesia.

Masjid itu semula memang merupakan ruko sewaan yang menjadi kantor pertama beroperasinya Yayasan Karim Oei.

Yayasan itu didirikan untuk mengenang jasa dari Karim Oei atau Oei Tjeng Hien.

Dari ruko yang awalnya berfungsi sebagai pusat informasi untuk warga Tionghoa mengenal Islam, lambat laun dorongan serta dukungan menghadirkan tempat ibadah di kawasan pecinan itu pun akhirnya tumbuh.

Baca juga: 4 Masjid Ikonik di Bandung, Rekomendasi Pilihan Tempat Ngabuburit Bulan Ramadhan 2022

Ilustrasi bangunan masjid (Pixabay/ @jpeter2)

4. Masjid Jami Al-Atiq

Alamat: Jalan Kp. Melayu Besar Nomor 1, RT.3/RW.1, Bidara Cina, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Masjid Jami Al-Atiq adalah peninggalan Maulana Hasanuddin, Sultan Banten pertama yang pusat pemerintahannya berada di daerah Banten Lama.

Perlu diketahui, Sultan Maulana Hasanuddin adalah putra Syarif Hidayatullah dari istiinya Ratu Kaurig Anten.

Masjid yang berdiri pada abad ke-16 ini, tampak pada atap bangunannya yang bersusun dan lambang panah sebagai simbol bersejarah seperti beberapa masjid yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Halaman
123