TRIBUNTRAVEL.COM - Ramadhan tahun lalu, perusahaan penerbangan Jetex menjadi berita utama lantaran menawarkan pengalaman berbuka puasa di udara.
Bertajuk 'Iftar in the Sky', pengalaman unik tersebut mencakup penerbangan keliling Uni Emirat Arab (UEA) dengan jet pribadi mewah.
Iftar in the Sky ditawarkan dengan harga 66.000 Dirham (Rp 258 juta) dan memiliki kapasitas hingga 6 orang, seperti dikutip laman The National.
Sementara pada tahun ini, Jetex kembali menawarkan pengalaman yang tak kalah menarik.
Baca juga: Restoran Melayang Viral di Jaksel Buka Mulai 5 April, Cek Harga Paketnya
Para tamu akan diterbangkan dengan jet pribadi untuk menikmati sensasi sahur di udara yang dinamakan 'Suhoor in the Sky'.
Pengalaman ini dibanderol seharga 140.000 Dirham atau sekira Rp 547 juta, mencakup hingga 14 tamu yang dijadwalkan berangkat dari Terminal VIP Jetex di Dubai World Central, Uni Emirat Arab.
Mereka akan disambut dengan pertunjukan musik tradisional dan minuman ringan sebelum diantar oleh mobil mewah Rolls-Royce ke jet pribadi mereka.
Di dalam pesawat berkapasitas 18 tempat duduk, seorang musisi akan menghibur para tamu.
Baca juga: Mengintip Mewahnya Jet Pribadi Kim Kardashian Seharga 2,15 Triliun, Dicat Sesuai Warna Rumahnya
Setelah lepas landas dan setelah pesawat mencapai ketinggian jelajahnya, penumpang dapat menikmati pemandangan cakrawala Dubai yang indah serta menu sahur.
Tak tanggung-tanggung, menu sahur dibuat khusus oleh chef eksekutif Rami Nasser dari Four Seasons Hotel Dubai International Financial Center.
Baca juga: Intip Fasilitas Embraer Legacy 600, Jet Pribadi Favorit Pengusaha Indonesia untuk Perjalanan Bisnis
Menu termasuk makanan pembuka khas Ramadhan, roti artisan yang baru dipanggang dan pilihan mezze, serta lobster, daging domba dengan rempah-rempah tradisional dan ikan bass.
Keseluruhan penerbangan akan berlangsung sekira dua jam.
Baca juga: Putus Asa Tak Bisa Pulang, Turis Australia Habiskan Puluhan Juta Patungan Sewa Jet Pribadi
Setibanya di Terminal VIP Jetex yang lengkap dengan lounge mewahnya, zona relaksasi terpencil dan area hiburan yang terisi penuh, para tamu akan disuguhi berbagai makanan penutup, teh dan kopi, dan akan memilih fasilitas rekreasi terminal.
"Jetex memberikan pengalaman unik kepada wisatawan yang cerdas dan dikenal karena memadukan dunia penerbangan swasta dengan keramahan yang luar biasa,” kata Adel Mardini, pendiri dan kepala eksekutif Jetex.
"Setiap elemen 'Suhoor in the Sky' dirancang untuk menciptakan kenangan seumur hidup yang tak lekang oleh waktu bagi siapa saja yang mengalaminya," imbuhnya.
Jetex mulai beroperasi pada tahun 2005 di UEA, menyediakan logistik dan dukungan untuk pesawat pribadi.
Perusahaan penerbangan swasta ini membuka terminal pertamanya, salah satu yang terbesar di dunia seluas 3.000 meter persegi, di Dubai pada tahun 2009.
Sedangkan aaat ini, Jetex mengoperasikan 33 terminal di seluruh dunia.
Baca juga: 5 Pesawat Jet Pribadi Termewah di Dunia, Dilapisi Emas hingga Sering Dipakai Pemain Chelsea FC
Baca juga: Resor Mewah Ini Akan Pulangkan Tamu dengan Jet Pribadi Jika Terinfeksi Covid-19
(TribunTravel.com/Mym)
Baca selengkapnya soal artikel penerbangan di sini.
Baca tanpa iklan