Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Kampung Unik di Banyuwangi, Ibu-ibu Dipanggil dengan Nama Kue

Penulis: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kue ku atau kue thok.

Lilik membandrol kue thok per buahnya sebesar Rp 700, untuk selanjutnya pelanggannya menjualnya kembali dengan harga Rp 1000.

"Alhamdulillah cukup. Dari usaha ini saya juga bisa menguliahkan anak. Gaji pegawai negeri lewat," ungkap Lilik, dikutip TribunTravel dari SURYA.co.id, Minggu (3/4/2022).

Bupati Ipuk berkunjung ke Dusun Kampung Baru, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, yang dikenal sebagai kampung sentra produksi kuliner jajanan pasar, di sela-sela program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) pada 30 Maret 2022 lalu. (SURYA.CO.ID/Haorrahman)

Lilik melanjutkan, setiap hari ibu-ibu di Dusun Kampung Baru rata-rata membuat 150 hingga 200 jajanan pasar.

Dengan demikian apabila terdapat 43 KK yang terlibat, tiap hari rata-rata sekitar 8.000 jajanan pasar dibuat dari kampung ini.

Baca juga: 10 Tempat Wisata di Banyuwangi, Tampilkan Panorama Alam Eksotis hingga Ratusan Patung Penari

Jajanan pasar buatan ibu-ibu Dusun Kampung Baru biasanya didistribusikan ke sejumlah pasar di Kabupaten Banyuwangi.

"Tiap hari kami tidak pernah berhenti untuk memenuhi kebutuhan jajanan di pasar-pasar," ungkap Lilik.

"Kami melayani pasar pagi dan sore di Kecamatan Muncar, Srono, Sempu, Siliragung, dan Genteng," tukasnya.

Baca juga: Grup Band DMASIV Kecelakaan di Situbondo saat Perjalanan Menuju Banyuwangi

Baca juga: Darius Sinathrya Mampir ke Hutan Lord of The Rings Banyuwangi, Foto-foto Bareng Rombongan Touring