Air Astana telah menghindari wilayah udara Rusia untuk beberapa penerbangan sejak Rabu (9/3/2022).
Biasanya, penerbangan maskapai dari Nur-Sultan ke Frankfurt akan mengikuti rute terpendek, melalui Rusia dan Belarusia.
Sejak awal Maret, penerbangan itu menghindari wilayah udara Belarusia.
"Konflik di Ukraina, sebuah negara di mana kami memiliki kehadiran yang kuat sejak 2013, menghadirkan banyak tantangan," ujar CEO Air Astana, Peter Foster.
"Kami berdoa agar ini dapat segera diselesaikan tidak hanya karena alasan bisnis tetapi yang lebih penting, sehingga orang-orang di negara-negara yang terkena dampak tempat kami terbang dapat kembali ke kehidupan normal mereka," lanjut dia.
Baca juga: Penerbangan Ditangguhkan, 900 Turis Rusia Dievakuasi dari Kuba dengan Pesawat Charter
Selain Air Astana, maskapai lain juga turut merasakan dampak dari invasi Rusia.
Menurut Washington Post, maskapai Turki Pegasus Airlines menghentikan penerbangan ke Rusia mulai Minggu (13/3/2022).
Penangguhan awalnya akan berlangsung hingga 27 Maret.
Seperti diberitakan Air Astana, Pegasus terpaksa dihentikan sementara karena kekhawatiran terkait asuransi, reasuransi, dan leasing.
(TribunTravel.com/Sinta)
Baca juga: Pesawat Terbesar di Dunia Antonov AN-225 Hancur saat Invasi Rusia ke Ukraina
Baca juga: Lindungi Warisan Nasional, Koleksi Museum Terbesar di Ukraina Mulai Dikosongkan
Baca tanpa iklan