Sayangnya, Kremlin mengalami kerusakan parah setelah Moskow ditaklukkan oleh Napoleon pada tahun 1812.
Baca juga: Deretan Maskapai Asing yang Masih Layani Penerbangan ke Rusia, Termasuk Emirates
Baca juga: Putin Izinkan Maskapai Rusia Terbangkan Pesawat Buatan Asing di Rute Domestik
Moskow mendapatkan kembali gelar ibu kota selama periode Uni Soviet dan Kremlin sekali lagi menjadi kediaman penguasa Rusia.
Dari tahun 1839 hingga 1849 seorang arsitek Rusia bernama K.A. Thon mendirikan Great Kremlin Palace sebagai tempat tinggal keluarga kekaisaran, yang menggabungkan bangunan Kremlin kuno seperti Palace of the Facets, Tsarina's Golden Chamber, Master Chambers, Teremnoi Palace dan gereja Teremnoi.
Pada tahun 1955, Kremlin, yang selalu berstatus benteng militer, sebagian dibuka untuk umum dan direklasifikasi sebagai Museum Terbuka Negara.
Kremlin terdaftar oleh UNESCO sebagai monumen warisan budaya dunia pada tahun 1990.
Baca juga: Petani Dunia Terancam Merugi Akibat Rusia Hentikan Ekspor Pupuk
Kremlin Era Uni Soviet
Para era Uni Soviet, pembangunan kembali yang luas di Kremlin.
Banyak katedral dan biara di dalam benteng Kremlin dihancurkan secara besar-besaran, untuk membuka jalan bagi arsitektur kemenangan rezim baru.
Sepanjang Perang Dunia Kedua, Kremlin disamarkan dengan cara mengecat dindingnya, untuk mencegah serangan udara.
Kamuflase ini memang memiliki hasil yang baik untuk mencegah kerusakan yang lebih serius.
Bangunan Bersejarah di Kremlin
Baca juga: Daftar 14 Maskapai Dunia yang Terdampak Invasi Rusia dan Ukraina, Apakah ada dari Indonesia?
Kremlin pertama kali disebutkan dalam Hypatian Chronicle pada tahun 1147 sebagai benteng yang didirikan di tepi kiri sungai Moskow oleh Yuri Dolgoruki, Pangeran Suzdal.
Kremlin berkembang dan tumbuh dengan pemukiman dan pinggiran kota yang selanjutnya dikelilingi oleh benteng baru, yaitu Tembok Kitaigorodsky, Bely Gorod , Zemlyanoy Gorod dan lainnya.
Selain benteng-benteng, terdapat beberapa bangunan bersejarah di Kremlin.
Baca tanpa iklan