"Maka kehati-hatian secara ekstra harus tetap dilakukan dengan menjaga protokol kesehatan," tegasnya.
Khofifah mengatakan, seiring Pemerintah Saudi Arabia yang telah menerbitkan peraturan yang tidak mengharuskan jamaah membawa hasil swab antigen/PCR, pada proses kepulangan jamaah tetap wajib swab di lokasi kedatangan jama'ah umrah.
Baca juga: Arab Saudi Cabut Berbagai Aturan Covid-19, Termasuk Karantina dan Tes PCR saat Kedatangan
"Misalnya jika kedatangan akhir di Juanda, nanti akan dilakukan swab di Juanda. Sambil menunggu swab jamaah menunggu di hotel yang telah di verifikasin KKP, PHRI dan Dinkes Provinsi," imbuhnya.
Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan, sembari menunggu hasil swab terbit, jemaah akan beristirahat di hotel yang telah ditentukan oleh KKP dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Baca juga: Menag Sebut Pemberangkatan Umrah Tak Dihentikan, Terapkan Kebijakan Satu Pintu
Baca juga: Arab Saudi Izinkan Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 dalam Jumlah Besar
Sebanyak 27 hotel dengan total kapasitas 1.299 bed telah disiapkan oleh KKP, PHRI dan Dinkes Jatim serta telah disampaikan pula kepada Menkomarves Luhut Pandjaitan.
"Jumlah hotel ini masih bisa bertambah kedepannya disesuaikan kebutuhan. Namun 27 hotel ini sudah terverifikasi dan masih cukup. Namun, antisipasi seiring bertambahnya jumlah penerbangan maskapai, bisa di-exercise untuk menjadi 61 hotel. Saat ini hanya 27 yang terverifikasi," papar Khofifah.
Selain itu, peningkatan jumlah jamaah haji umroh seiring memasuki bulan Ramadhan juga harus
diantisipasi dengan ditingkatkannya jumlah jadwal penerbangan dari maskapai.
"Hari ini ada perwakilan dari Garuda Indonesia dan Lion Air hadir, saya harapkan bisa bertambah jumlah penerbangannya. Karena minat masyarakat ibadah umrah di bulan Ramadhan sangat tinggi," tutupnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bandara Juanda Surabaya Kembali Layani Penerbangan Langsung untuk Jemaah Umrah dan Jemaah Umroh Pertama Berangkat dari Bandara Juanda, Gubernur Khofifah Ingatkan Prokes.
Baca tanpa iklan