"Kami memiliki beberapa koneksi di Greenland. Kami melihat rumah kecil dengan restoran, dan semuanya bekerja dengan sangat baik secara praktis — ruang dan interior restoran, serta lingkungan di Ilimanaq," kisahnya.
Kendati demikian, Koks tetap menyajikan hidangan terbaik seperti tempat sebelumnya.
Tim restoran akan menyajikan menu prix fixe dengan 17 hingga 20 menu hanya untuk 30 orang per malam.
Sama seperti menu mereka di Kepulauan Faroe, sebagian besar bahannya adalah protein tradisional yang bersumber dari daerah tersebut.
Termasuk muskox dan rusa kutub yang tidak dapat ditemukan di Kepulauan Faroe.
Baca juga: Jerman Tambahkan 39 Negara Dalam Daftar Wilayah Berisiko Tinggi, Termasuk Swedia dan UEA
Baca juga: Arab Saudi Cabut Aturan Covid-19, Wisatawan Bebas Masuk Tanpa Karantina dan Tes PCR
"Kami memiliki semua hal menarik dari laut yang biasanya tidak kami dapatkan di Kepulauan Faroe, dan sangat tradisional untuk dimakan di Greenland, seperti anjing laut dan narwhal," kata Ziska.
Cara terbaik untuk mendapatkan meja di salah satu restoran yang paling sulit dijangkau di dunia adalah dengan memesan bungalow semalam di Ilimanaq Lodge, termasuk sarapan dan makan malam di Koks.
Koks berharap untuk membuka kembali restoran di Kepulauan Faroe asalnya pada 2024 mendatang.
Ziska mengatakan, "Kami cukup yakin bahwa kami akan kembali ke Kepulauan Faroe, dan perjalanan kami sekarang akan membuat kami menjadi tim yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih menarik."
Dibuka pada 12 Juni-8 September, Koks membanderol menu makanannya dengan harga mulai 800 Krone atau Rp 1,6 juta.
(TribunTravel.com/Sinta)
Baca juga: Nikita Willy dan Suami Babymoon di Resor Terpencil, Ternyata Pernah Diinapi Kylie Jenner
Baca juga: Stasiun Kereta Ini Dijuluki Paling Terpencil di Jepang, Lokasinya Sulit Diakses dengan Jalan Kaki
Baca tanpa iklan