Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Jumat pagi (25/2/2022), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan udara Rusia telah berdampak pada wilayah sipil.
"Jika mereka mengatakan tidak menargetkan warga sipil. Itu bohong. Mereka tidak membeda-bedakan," katanya.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis PBB, setidaknya 25 warga sipil Ukraina meninggal dalam serangan udara oleh Rusia.
Jam malam saat ini diberlakukan di seluruh Ukraina setelah Zelensky mengumumkan darurat militer di negara itu.
Penduduk diperintahkan tidak keluar ke jalan pada pukul 10 malam.
Pasukan Rusia diketahui telah mencapai pinggiran Kyiv.
Kendaraan militer Rusia sudah terlihat di distrik Obolon utara, sekitar sembilan kilometer dari pusat kota.
Warga sipil laki-laki berusia antara 18-60 tahun di ibu kota pun bersedia mengangkat senjata karena telah didesak untuk berperang, setelah invasi Rusia Kamis 24 Februari 2022. (TribunTravel/tyas)
Baca juga: Kawasan Wisata Lembang Terapkan Ganjil Genap Selama Libur Panjang, Simak Lokasinya
Baca juga: Kondisi Terbaru WNI di Ukraina, Kemenlu: Kita Minta Mereka Kumpul ke KBRI Kiev
Baca juga: Penampakan Pesawat Sipil Hindari Ukraina, Tak Mau Ambil Risiko dari Aktivitas Militer yang Meningkat
Baca juga: Aktivitas Militer Meningkat, Sejumlah Maskapai Hentikan Layanan Penerbangan ke Ukraina
Baca tanpa iklan