Sukatno mendapatkan bahan baku masakan dari setoran berbagai daerah.
Demi mencukupi kebutuhan landak, selain menggantungkan pada setoran dia juga mengembangbiakkan landak di dekat rumahnya.
Sementara itu, dia juga menceritakan sejarah RMĀ GunungĀ Mas.
Ternyata pada 1998, Sukatno mulai menanam salak di kebun belakang rumah.
Namun, setiap malam landak selalu datang ke kebun dan memakan salak.
"Berbulan-bulan saya jengkel, kemudian memesan semacam perangkat tikus tapi agak besar.
Sore dipasang (perangkap), pagi harinya ada landak masuk.
Saya bingung menyembelihnya bagaimana.
Setelah disembelih, saya berikan kepada istri untuk dimasak.
Setelah dimakan saya heran, dagingnya empuk," jelasnya.
Karena setiap hari sering mendapat landak, Sukatno memberanikan diri membuka warung sate landak.
Baca juga: Nikmati Libur Akhir Pekan di Bali, Luna Maya Pamer Momen Menginap di Resor Mewah
Baca juga: Rekomendasi Tempat Makan Siang di Boyolali, Ada Opor Bebek Bu Kom yang Legendaris Sejak 1999
Baca juga: Kuliner Unik di Karanganyar: Cobain Sensasi Makan Sate Landak di RM Gunung Mas, Rasanya Bikin Nagih
Baca juga: Viral Hujan Es Sebesar Biji Jagung di Lampung Barat, Ini Penjelasan BMKG
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Info Kuliner Enak Tawangmangu Karanganyar: Sate Landak di RM Gunung Mas, Ada Sejak 24 Tahun Lalu
Baca tanpa iklan