Fenomena hujan es juga terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur beberapa waktu yang lalu, dilaporkan TribunTravel.
Fenomena ini pun sempat menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia.
Baca juga: Fenomena Bun Upas Sambut Tahun Baru 2022, Candi Arjuna Dieng Diselimuti Embus Es
Baca juga: Viral Fenomena Bun Upas Muncul di Ranu Pani Gunung Semeru, Suhu Udara Capai 0 Derajat Celcius
Terlebih, video yang memperlihatkan fenomena hujan es beredar luas di media sosial.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memberikan penjelasan singkat terkait fenomena tersebut.
Hal itu disampaikan melalui video yang diunggah oleh akun Twitter resminya, @infobmkgjuanda.
Menurut penjelasan video, hanya awan Cumulonimbus yang bisa menyebabkan hujan es dengan suhu puncak awan mencapai -80 dejarat Celsius.
Terdapat aliran udara naik dalam awan yang sangat kuat, menyebabkan awan tumbuh menjulang tinggi hingga lebih dari 5 kilometer.
Proses tersebut membawa uap air dari bagian bawah awan tertarik ke atas mencapai lapisan titik beku.
Akibatnya, terjadi pengembunan secara tiba tiba dan membentuk bongkahan es dengan ukuran besar.
Baca juga: Detik-detik Gunung Berapi yang Tertutup Salju Meletus, Videonya Viral di Medsos
Baca juga: Ilmuwan Rusia Temukan Salju Bercahaya Biru di Kutub Utara, Ternyata dari Sini Asalnya
Bongkahan es tersebut kemudian jatuh seiring dengan aliran udara ke bawah atau downdraft yang sangat kuat.
Karena suhu udara lingkungan yang rendah, bongkahan es tidak sempat mencair saat mencapai permukaan tanah.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Viral Fenomena Hujan Es di Sekincau Lampung, Butiran Es Menumpuk di Jalan, Ini Penjelasan BMKG.
Baca tanpa iklan