Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Begini Suasana Arab Saudi saat Hari Valentine, Banyak Toko Menjual Pakaian Berwarna Merah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi perayaan Hari Valentine.

"Saya tidak ingin melihat hal-hal ini," kata seorang wanita.

"Mereka mengganggu pandangan saya, tetapi ada orang yang menyukainya dan ini adalah kebebasan mereka dalam memilih," tambahnya.

Namun, zaman telah berubah.

Baca juga: Jelajah 4 Tempat Wisata Instagramable di Tangerang, Cocok untuk Liburan saat Hari Valentine

Banyak di Arab Saudi, yang separuh penduduknya berusia di bawah 35 tahun, merayakan Hari Valentine, entah mereka menyebutnya demikian atau tidak.

"Orang-orang tidak merayakan Hari Valentine, tapi sekarang banyak orang Saudi melakukannya," kata Khuloud, 36, seorang pramuniaga yang tidak mau menyebutkan nama belakangnya.

"Ada permintaan besar pada pakaian selama ini, dan pelanggan sering meminta warna merah dan keuntungannya juga besar," ungkapnya.

Para pramuniaga mengatakan pakaian dalam berwarna merah paling banyak diminati selama periode Hari Valentine.

Toko-toko juga menawarkan diskon untuk parfum dan makeup, sementara toko suvenir memasang simbol hati merah di jendela mereka, juga tanpa menyebutkan Valentine.

Salah satu pembeli, Reem al-Qahtani, mengatakan bahwa masyarakat Saudi "secara bertahap" mulai menerima Hari Valentine, bahkan jika itu tetap tanpa nama untuk saat ini.

"Saat ini, kami merayakannya dengan tenang di kafe dan restoran, tetapi kami berharap ini akan mendapatkan daya tarik di tahun-tahun mendatang," katanya.

Baca juga: Makan Malam Romantis Sambil Lihat Laut di Ancol saat Hari Valentine Cuma Rp 799 Ribu

Baca juga: 5 Tempat Wisata Romantis di Bogor, Cocok untuk Rayakan Valentine Bersama Pasangan

(TribunTravel.com/Mym)

Baca selengkapnya soal artikel viral di sini.