Seperti yang kita lihat di daratan di seluruh dunia, termasuk di sini di Amerika Serikat, kita mulai melihat jalur pelayaran mengevaluasi kembali kebijakan masker di dalam kapal, terutama mengingat status vaksinasi tamu yang tinggi di pesawat dan tes pra-pelayaran wajib," ungkap Colleen McDaniel, pemimpin redaksi Cruise Critic kepada Travel+Leisure.
"Apa yang kami dengar dari pembaca kami adalah bahwa meskipun mereka sangat terbuka terhadap persyaratan vaksin, ada lebih banyak keraguan seputar persyaratan masker, dan itu cenderung lebih menjadi penghalang untuk memesan daripada membutuhkan vaksin," lanjutnya.
Perubahan kebijakan terjadi ketika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah menetapkan sistem klasifikasi baru untuk jalur pelayaran yang memilih untuk berpartisipasi dalam program Covid-19 agensi.
Baca juga: Arab Saudi Keluarkan Layanan e-Visa untuk Turis Kapal Pesiar Mewah, Berikut Syaratnya
CDC kini akan mengklasifikasikan kapal di bawah tiga kategori, di antaranya:
- Tidak Divaksinasi Tinggi (kapal dengan kurang dari 95% penumpang dan 95% awak yang divaksinasi lengkap)
- Sangat Divaksinasi (kapal dengan setidaknya 95% penumpang dan 95% awak yang divaksinasi lengkap, tetapi dengan kurang dari itu yang up to date dengan vaksin mereka)
- Standar Keunggulan Vaksinasi (dikapalkan dengan setidaknya 95% penumpang dan 95% awak yang mengetahui informasi terbaru tentang vaksin mereka, termasuk suntikan booster)
Meski demikian, CDC terus memperingatkan agar tidak bepergian dengan kapal pesiar, tetapi menjadikan panduannya opsional untuk jalur pelayaran.
(TribunTravel.com/Sinta Agustina)
Baca juga: Sisi Lain Pekerjaan Kru Kapal Pesiar, Menyenangkan tapi Sering Homesick
Baca juga: Paket Dinner Kapal Pesiar di Bali, Harga Mulai Rp 198 Ribuan per Orang
Baca tanpa iklan