Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Ban yang Pernah Melingkar di Leher Buaya Selama 6 Tahun Akan Dimuseumkan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga membebaskan buaya dari ban yang tersangkut di lehernya, sebelum dilepaskan ke sungai di Palu, Sulawesi Tengah pada 7 Februari 2022.

Umpan yang diberikan pun bermacam-macam, mulai dari merpati hingga ayam.

Tili mengaku, selama ini ia mengeluarkan uang dari kantong pribadinya hingga jutaan rupiah untuk membeli umpan.

Menurutnya, ia sudah menghabiskan umpan hingga 35 ekor ayam dan juga merpati dengan kisaran biaya Rp4 juta.

Baca juga: Perjuangan Tili Tangkap Buaya Berkalung Ban: Percobaan Selama 3 Pekan, Habis Rp 4 Juta untuk Umpan

"Habis uang sekitar Rp4 juta, kalau ayam sekitar 35 ekor sama merpati," ujarnya.

Untuk peralatan lain, ia hanya mengandalan sebuah tali kapal dengan panjang 300 meter.

Sayangnya, tali tersebut sempat dicuri orang hingga akhirnya hanya menyisakan 100 meter saja.

"Kalau tali ada sekitar 300 meter dan tinggal 100 meter dicuri orang tapi saya ikhlaskan," tuturnya.

"Saya jeratnya pakai tali kapal karena tidak ada modal, makanya saya sambung-sambung saja," tambah Tili.

Beberapa hari sebelum buaya berkalung ban tersebut ditangkap, Tili terlebih dahulu telah menangkap anak dari sang buaya.

Anak buaya itu ditangkapnya saat berada di tengah-tengah sungai menggunakan perahu rakit.

Baca juga: Dikira Properti Foto dari Plastik, Pria Lanjut Usia Diterkam Buaya di Kolam hingga Terluka Parah

"Anaknya buaya ini saya tangkap di sana (tengah sungai, red) pakai perahu rakitan saya, Sudah 4 hari saya tangkap anaknya buaya ini," ungkap Tili, Selasa (8/2/2022).

Pria yang baru empat bulan tinggal di Kota Palu ini mengatakan, buaya berkalung ban ini dianggap seperti temannya.

Setelah keberhasilannya menangkap buaya berkalung ban itu, Tili menjadi perbincangan masyarakat luas, khususnya di Kota Palu.

Atas aksi beraninya itu, Tili mendapat pujian dari masyarakat.

Halaman
1234