Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Ban yang Pernah Melingkar di Leher Buaya Selama 6 Tahun Akan Dimuseumkan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga membebaskan buaya dari ban yang tersangkut di lehernya, sebelum dilepaskan ke sungai di Palu, Sulawesi Tengah pada 7 Februari 2022.

"Sekarang Pak Tili punya julukan baru, yaitu Buban, singkatan dari Buaya Berkalung Ban," kata Hadianto Rasyid.

Baca juga: Masa Kecil Tili yang Bebaskan Buaya Berkalung Ban Diungkap Ibunya, Suka Berburu Ular hingga Biawak

Hadianto Rasyid sangat mengapresiasi niat baik dan keberanian Tili yang melepas ban dari leher Buaya di Sungai Palu.

Apalagi Tili diketahui mengeluarkan biaya pribadi Rp 4 juta dan energi agar upayanya itu berhasil.

"Dari pemerintah tidak ada reward yang diberikan, hanya kita menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pak Tili, Alhamdulillah atas perhatian yang baik dan kemudian keberanian serta tekat yang bulat dalam upaya menyelamatkan Buaya Berkalung Ban yang di berada di Sungai Palu bisa bisa berjalan dengan baik," jelas Hadianto Rasyid, Kamis (10/1/2022) siang.

Baca juga: Viral Video Buaya Berkeliaran di Jalan Raya Gara-gara Sungai Meluap, Bikin Panik Pengendara

Tili mengucapkan terima kasih atas undangan dan perhatian Pemerintah Kota Palu.

"Terima kasih kepada Wali Kota Palu karena sudah mengundang saya makan siang. Dan apresiasi yang sudah diberikan kepada saya," ujar Tili.

Sebelumnya, Aksi penangkapan buaya berkalung ban tersebut menjadi tontonan warga sekitar hingga membuat macet jalanan.

Baca juga: Perjalanan Lepas Jeratan Buaya Berkalung Ban Sejak Tahun 2016 hingga Tili yang Kini Jadi Incaran

Motif penangkapan yang dilakukan oleh Tili ialah semata-mata karena ia merasa kasihan dengan buaya itu.

"Saya memang mau menangkapnya karena kasihan. Buaya itu terlilit ban selama bertahun-tahun," ucap Tili.

Ia memasang umpan dan menalikan umpan itu dengan sebuah tali yang ujungnya diikat pada batang kayu besar disekitar sungai.

Hal itu dimaksudkan agar memudahkan dalam menarik buaya saat umpannya dimakan.

Usaha penangkapan buaya berkalung ban yang dilakukan oleh Tili ini telah berlangsung selama tiga pekan lamanya.

Tepatnya sejak pertengahan Januari lalu, Tili setiap sore memasang umpan untuk menangkan sang buaya.

Halaman
1234