Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Prancis Perketat Aturan Masuk Bagi Turis Asing di Tengah Pandemi Covid-19

Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menara Eiffel, Paris, Prancis

Meski demikian, terdapat beberapa pengecualian dengan alasan kemanusiaan yang dapat dipertimbangkan.

Jepang mengadopsi beberapa kontrol perbatasan paling ketat di dunia ketika varian Omicron muncul akhir tahun lalu.

Pemerintah Jepang melarang masuknya warga non-Jepang, termasuk siswa dan anggota keluarga asing, kecuali untuk kondisi darurat.

"Berkat aturan perbatasan ketat di negara-negara G7, kami dapat menjaga penyebaran Omicron di level kasus minimal, untuk bersiap menghadapi infeksi domestik," kata Perdana Menteri Fumio Kishida kepada wartawan.

"Kami akan mempertahankan kerangka tindakan saat ini hingga akhir Februari, sambil mengambil tindakan yang diperlukan dari perspektif kemanusiaan dan kepentingan nasional," lanjutnya.

Dikutip TribunTravel dari laman Channel News Asia, Rabu (12/1/2022), aturan enam hari di karantina hotel yang ketat untuk sebagian besar orang yang diizinkan masuk (kebanyakan orang Jepang dan penduduk asing) tetap diikuti dengan karantina di rumah.

Langkah-langkah tersebut rupanya telah memicu protes dan petisi yang menyerukan perubahan, terutama bagi mereka yang harus jauh dari keluarga.

Baca juga: Temukan Hasil Tes Covid-19 Palsu, Phuket Akan Perketat Kebijakan untuk Turis Asing

Pada Selasa (11/1/2022) pemerintah mempertimbangkan untuk melonggarkan beberapa aturan dalam kasus-kasus luar biasa.

Sementara masih banyak yang belum diketahui tentang varian Omicron, Kishida mengatakan tampaknya risiko kasus serius lebih rendah.

Anak-anak di bawah usia 12 tahun juga akan ditawarkan vaksinasi, katanya.

Meskipun jajak pendapat menunjukkan sebagian besar orang Jepang mendukung kontrol perbatasan, pendiri dan kepala eksekutif perusahaan e-commerce Rakuten, Hiroshi Mikitani menyerukan agar aturan dilonggarkan karena ekonomi akan menderita.

"Khususnya, pelarangan masuknya orang asing baru dan sistem karantina hotel perlu ditinjau ulang," kata Mikitani, yang sejak lama menjadi kritikus penanganan pandemi Jepang di Twitter.

"Corona ada di mana-mana, di dunia dan perbatasan harus dibuka, pembatasan jelas tidak berfungsi. Yang perlu dilakukan adalah memprioritaskan vaksinasi dan penggunaan obat-obatan oral," tulisnya.

(TribunTravel.com/Nurul Intaniar)

Kumpulan artikel Covid-19

Baca juga: Yunani Hapus Persyaratan Tes Negatif Covid-19 untuk Turis Asing Pemegang Sertifikat COVID UE

Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 Terus Menurun, Spanyol Akan Hapus Larangan Wajib Pakai Masker di Luar Ruangan