TRIBUNTRAVEL.COM - China dan Rusia mulai bekerja sama membangun stasiun berawak di bulan pada 2035 mendatang.
Kabarnya kerja sama ini merupakan projek baru yang digadang-gadang akan menyaingi proyek besar antariksa dari Amerika Serikat.
Kedua negara tersebut saat ini diharapkan dapat segera mendatangi perjanjian formal untuk membangun pangkalan tersebut.
Adapaun pembangunan ini nantinya akan meliputi sistem kunci untuk pendukung kehidupan dan komunikasi.
Termasuk satu di antaranya kekuatan untuk pangkalan.
Menariknya lagi, stasiun luar angkasa di bulan itu juga rencananya akan ditempati oleh sejumlah manusia yang akan melakukan terobosan dalam bidang sains.
Kabarnya, projek tersebut diperkirakan akan ditandatangani China dan Rusia pada akhir tahun ini.
Dalam projek stasiun antariksa ini rencananya akan dimulai dengan mengirimkan astronaut ke bulan pada 2030.
Pengiriman astronaut itu merupakan yang pertama kalinya sejak misi Apollo 11 AS pada 1969 lalu.
Pada zaman dulu terdapat 12 orang dikirim dalam misi Apollo untuk menjelajah bulan dan melakukan perjalanan antara tahun 1969 dan 1972.
Dari misi itu, China rupanya sudah mengunjungi bulan dengan pendarat dan penjelajah dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, misi stasiun berawak ini masih tetap menjadi ambisi terbesar dari China dan Rusia.
TONTON JUGA:
Terlepas dari itu semua, AS juga punya ambisi antariksanya sendiri dengan menyiapkan program Artemis-nya yang diharapkan dapat dilangsungkan pada Maret 2022.
Program Artemis milik NASA ini sedang dipersiapkan untuk misi utamanya yaitu mengembalikan manusia ke Bulan.
Baca tanpa iklan