Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Viral Penjual Soto Rp 1.000 di Sragen, Niat Sedekah usai Dipecat sampai Bisa Beli Mobil

Editor: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi soto ayam untuk sarapan

Omzet penjualan Sukarni juga lebih banyak dibanding di rumahnya.

Ilustrasi soto ayam (Sajian Sedap)

Hari-hari biasa Sukarni mendapat penghasilan kotor Rp 800 ribu dari pukul 11.00 hingga malam.

"Pernah saya jualan waktu hari Minggu, dari pagi sampai malam dapat Rp 2,6 juta penghasilan kotor," kata dia.

Warung soto sewu Sukarni buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga malam.

Hanya saja ketika pagi, Heni adik dari suami Sukarni, Ninut Iswinanto (49) yang menjaga.

Sedangkan Sukarni menjaga warung dari pukul 11.00 hingga malam.

Baca juga: Kulineran di Solo Paragon Mall, Nikmati Beragam Kuliner Khas Solo di Satu Tempat yang Nyaman

Ketika ditanyai takut rugi atau tidak menjual soto dengan harga seribu Sukarni menjawab tidak.

"Alhamdulillah nggak takut rugi, ngitung-ngitung sodaqoh lah. Nyatanya bisa kok sampai sekarang malah Alhamdulillah sudah beli mobil," lanjut dia.

Sukarni yang juga memiliki dua orang putra ini kini sudah memiliki dua karyawan yang membantunya melayani pelanggan.

Sukarni juga mengatakan pembelinya merata dari semua kalangan dari mulai anak sekolah, ibu-ibu, karyawan hingga pegawai.

"Merata kok yang datang ke sini, anak sekolah, ibu-ibu karyawan. Biasanya ramai itu jam-jam tertentu makan siang sama menjelang magrib," lanjut dia.

Tidak hanya menjual soto dalam porsi kecil, Sukarni juga menjual soto porsi besar dengan harga Rp 3.000.

Salah satu penikmat soto sewu Sukarni, Dwi Candra siswi SMK Muhammadiyah 4 Sragen mengaku sudah biasa datang ke warung soto sewu Suwarni.

Baca juga: Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Sakura Hills Tawangmangu Terbaru November 2021

Baca juga: Soto Girin, Kuliner Legendaris Sragen Sejak Tahun 1953 Langganan Pejabat hingga Sheila on 7

"Sudah biasa datang ke sini, kalo sekali makan biasanya makan dua porsi yang seribuan," kata Dwi.

Selain harga soto yang ramah di kantong pelajar, Dwi dan temannya mengaku rasa soto seribu ini juga cocok di lidah.

Bersama sate-satean dan gorengan Dwi biasa menikmati soto sewu Sukarni.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Cerita Sukarni Warga Sragen Jual Soto Murah Rp 1.000 Setelah Kena PHK: Alhamdulillah Bisa Beli Mobil.