"Apalagi Ayam Geprek Keprabon ya, itu jadi magnet di kita. Geprek, Seblak Parahyangan itu sekarang jadi magnet, jadi favorit," lanjutnya.
Kuliner khas Solo di mal
Vero menjelaskan bahwa konsep awal Food Factory yaitu menyatukan beragam kuliner khas Solo di satu tempat.
Sehingga pengunjung, terlebih dari luar Solo, dapat menyantap beragam kuliner khas Solo tanpa harus mendatangi banyak tempat.
"Mal kan sebenarnya destinasi wisata juga ya, yang gratis sebenarnya karena masuknya nggak bayar kan. Dan nggak cuma orang Solo yang menikmati. Mercusuarnya kuliner Solo itu apa aja sih, kalau bisa ya kita bawa ke Solo Paragon," jelas Vero.
"Jadi kalau kita bilang sih, yang selalu diinginkan orang datang ke Solo itu apa sih? Nasi liwet misalnya, nah di kita ada. Leker Gajahan yang biasanya orang datang dicari-cari, di kita ada," lanjutnya.
Selain itu, ada sejumlah tenant kuliner khas Solo yang dapat dinikmati pengunjung.
Termasuk Kusuma Sari Resto yang namanya cukup populer di Kota Solo.
"Belum lengkap sih sebenarnya, saya masih ada keinginan untuk (menambah tenant) soto," ungkap Vero.
Menurutnya, hidangan soto juga menjadi magnet kuliner bagi wisatawan.
Vero berharap, suatu saat nanti pihaknya dapat menambah tenant kuliner khas Solo lainnya.
Mal mewah dengan nuansa Jawa
Solo Paragon Mall identik dengan fasad wayang pada bagian depan mal tersebut.
Selain itu, mal yang satu ini juga memiliki tagline 'The Pride of Java.'
Baca juga: Terkenal Enak dan Selalu Laris, 7 Warung Selat Solo untuk Menu Makan Siang
Semua itu ternyata masukan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu masih menjabat sebagai wali kota Surakarta.
Baca tanpa iklan