TRIBUNTRAVEL.COM - Penemuan varian baru Omicron Covid-19 membuat sejumlah negara mulai melakukan pengetatan.
Satu negara yang cukup tegas melakukan pengetatan perbatasan adalah Jepang.
Sejak varian baru omicron muncul, Jepang langsung menutup rapat perbatasannya.
Perlu diketahui sebelumnya Jepang melonggarkan perbatasan pada 8 November 2021 dengan menginzinkan masuk siswa internasional, trainee teknis dan pelancong bisnis.
Aturan yang belum genap sebulan itu langsung berubah sejak omicron muncul.
Alasan pengetatan perbatasan disebutkan karena kekhawatiran akan potensi penyebaran varian omicron.
Pada saat pengumuman memang tidak ada kasus omicron yang ditemukan.
Namun satu hari sebelumnya, seorang pria berusia 30-an yang memasuki Jepang dari Namibia dites positif Covid-19.
Setelah dua hari pemeriksaan dikonfirmasi jika pria itu membawa varian omicron.
Penutupan perbatasan akan dilakukan selama satu bulan.
Tidak ada warga asing yang boleh masuk ke Jepang.
Mereka yang bisa masuk ke Jepang hanya penduduk yang melakukan perjalanan dari luar negeri.
Warga Jepang yang kembali diharuskan karantina selama 10 hari.
Kasus infeksi omicron yang ditemukan di Afrika, kini telah menyebar di sejumlah negara.
Di antaranya Jerman, Italia, Australia dan Belanda.
Baca tanpa iklan