Ini mengarah pada laporan dampak ekologis pertama di negara bagian Florida.
Bahkan sebelum publikasinya, seorang senator AS menyatakan, "Apakah kita menghentikan bandara di lokasi ini, atau kita secara terbuka mengakui bahwa kita akan menghancurkan taman itu."
Baca juga: Kelakuan Tak Terduga Traveler di Bandara, Bagi-bagi Minuman Gratis Sebelum Masuk Pesawat
Laporan tersebut menyebabkan penghentian konstruksi pada tahun 1970.
Kendala kedua bagi para perencana terjadi setelah Boeing memutuskan untuk menghentikan proyek Boeing 2707 dan daya tarik perjalanan jet supersonik meredup.
Ada beberapa ide untuk memindahkan proyek Everglades Jetport ke tempat lain.
Pada akhirnya, ide tersebut ditangguhkan dan proyek terpaksa harus berhenti.
Tapi itu bukan akhir dari bandara, yang juga dikenal dengan nama Big Cypress Jetport.
Baca juga: Viral Video Tunjukkan Bagaimana Hewan Diterbangkan dalam Kargo Pesawat, Petugas Bandara Dikecam
Everglades Jetport masih digunakan, meskipun secara dramatis berbeda dengan rencana semula.
Dijalankan oleh Departemen Penerbangan Miami-Dade, bandara tersebut dinamakan Dade-Collier Training and Transition Airport.
Bandara ini telah digunakan sebagai fasilitas pelatihan untuk pilot dan juga untuk acara mobil berkecepatan tinggi.
Lonny Craven, yang mengelola bandara, mengatakan bahwa bandara tidak benar-benar ditinggalkan.
Hanya saja, pendaratan sekarang dibatasi untuk keadaan darurat.
"Saat ini karena pembatasan, kami hanya buka dari jam delapan pagi sampai jam setengah 6 petang," kata Craven.
Baca juga: Cleaning Service Bandara Soekarno-Hatta Temukan Cek Senilai Rp 35,5 Miliar, Kejujurannya Diapresiasi
Baca juga: Parkir di Bandara, Mobil Wanita Ini Dikendarai Orang Asing hingga Ratusan Mil
(TribunTravel.com/Mym)
Baca selengkapnya soal artikel viral di sini.
Baca tanpa iklan