Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

7 Kuliner Khas Natal di Indonesia, Poffertjes dan Klappertart Terinspirasi Kue dari Belanda

Penulis: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi poffertjes

Poffertjes di Ambon terbuat dari tepung dan labu kuning.

4. Nastar

Ilustrasi kue (Flickr/n_rinjani)

Nastar tak cuma disajikan saat Lebaran, melainkan juga ketika Natal.

Nastar terbuat dari adonan tepung, mentega, dan telur yang diisi dengan selai nanas.

5. Klappertaart

Klappertaart (manado.tribunnews.com)

Berikutnya ada klappertaart yang disajikan saat Natal di Manado.

Klappertaart adalah kue manis yang terbuat dari daging kelapa, susu, telur, tepung, dan mentega.

Adonan tersebut kemudian dipanggang sampai matang.

Seperti namanya, klappertaart terpengaruh dari kue Belanda.

Baca juga: 8 Tradisi Natal di Sejumlah Negara Dunia, dari Makan Puding sampai Pertunjukan Kembang Api

6. Selat Solo

Selat Solo (Instagram/tendabiru_solo)

Selat Solo merupakan hidangan bistik khas Solo dengan pengaruh Eropa.

Hidanhan ini berisi potongan daging lengkap dengan sayuran dan kentang, kemudian ditambahkan kuah manis.

7. Kue lapet

Di Tapanuli, kue lapet akan disajikan saat Natal tiba.

Kue lapet terbuat dari tepung beras, kelapa parut, dan gula aren, kemudian dibungkus dengan daun pisang.

(TribunTravel.com/Sinta A.)

Baca juga: 6 Tempat Wisata di Kediri untuk Rayakan Momen Libur Natal 2021, Wisata Korea Fantasy Jadi Favorit

Baca juga: Ingin Liburan Natal 2021 ke Belanda? Simak Aturan, Syarat dan Kondisi terbarunya