TRIBUNTRAVEL.COM - Strasbourg, sebuah kota di timur Prancis disebut sebagai ibu kota Natal dunia.
Dilansir TribunTravel dari The Travel, Strasbourg merupakan kota di Prancis timur dan ibu kota Alsace – wilayah yang berbagi budaya, sejarah, dan berbatasan dengan Jerman.
Perpaduan dua budaya yang berbeda ini menciptakan budaya Prancis-Jerman dan dialek Jerman yang dipengaruhi Prancis yang dikenal sebagai Alsatian.
Di satu sisi, budaya Jerman hadir dengan filosofi, nilai-nilai Kristen, akal sehat, dan kecintaan pada bir.
Sementara budaya Prancis terlihat dari seni, gaya, kecantikan, romansa, mode, dan cinta untuk keluarga.
Baca juga: 12 Negara Eropa Akui Covaxin Sebagai Syarat Perjalanan, Mulai dari Islandia sampai Swiss
Perpaduan dua budaya ini tidak dapat ditemukan di tempat lain.
Tak heran jika Strasbourg menjadi tujuan wisata saat libur Natal dan tahun baru.
Pasar Natal yang meriah
Bukan tanpa alasan Strasbourg digadang-gadang sebagai ibu kota Natal dunia.
Salah satu alasannya yaitu Pasar Natal yang luar biasa meriah.
Pasar Natal Strasbourg adalah Pasar Natal terbesar dan terpopuler di Prancis dan juga salah satu pasar Natal terpopuler di Eropa, dilaporkan The Travel.
Pasar Natal di Strasbourg dikenal sebagai Christkindelsmarik dalam bahasa Alsatian dan Marches de Noel dalam bahasa Prancis.
Baca juga: Sertifikat Vaksin Palsu Seharga Rp 5,7 Juta Beredar di Eropa, Mirip Aslinya & Sulit Dibedakan
Christkindelsmarik pertama kali diadakan pada 1570 yang menjadikannya sebagai pasar Natal tertua di Prancis.
Setiap tahunnya, Pasar Natal Strasbourg akan dibuka sejak akhir November sampai Desember.
Pada pembukaan Pasar Natal, setiap bangunan di sekitarnya akan didekorasi sedemikian rupa dengan dekorasi mewah khas Natal.
Baca tanpa iklan