Penyelam Temukan Pedang Kuno 900 Tahun, Diduga Milik Ksatria Perang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi penemuan pedang kuno.

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang penyelam scuba menemukan 'harta karun' kuno di lepas pantai Mediterania.

Shlomi Katzin, belum lama ini tengah melakukan penyelaman di dekat Haifa, Israel.

Tak disangka, ia justru melihat harta karun artefak kuno berupa jangkar, tembikar dan pedang sepanjang 1 meter.

Melansir laman Insider, Kamis (21/10/2021), Otoritas Barang Antik Israel mengatakan bahwa pedang yang ditemukan berasal dari Perang Salib.

Baca juga: Viral Surat Cinta 6 Tahun Lalu Ditemukan di Pantai, Penulis: Tolong Sampaikan pada Pujaan Hatiku

Seperti diketahui, Perang Salib terjadi di kawasan Asia Barat dan Eropa antara abad ke-11 sampai abad ke-17.

Pedang kuno tersebut diperkirakan berusia 900 tahun dan kemungkinan miliki seorang ksatria Perang Salib.

Ilustrasi pedang kuno (Flickr/ Karsten Wentink)

"Pedang itu ditemukan dengan kondisi sudah terlapisi oleh organisme laut, tapi tampaknay terbuat dari besi," Nir Distelfeld, seorang kepala unit di Otoritas Barang Antik Israel.

"Menyenangkan untuk menemukan objek pribadi seperti itu, membawa Anda 900 tahun lalu ke era yang berbeda, dengan ksatria, baju besi, dan pedang," katanya.

Baca juga: Kisah Wanita Temukan Berlian di Taman Nasional Seharga Rp 424 Juta yang Dikira Batu Biasa

Saat menemukan pedang kuno, Katzin berada sekira 152 meter di lepas pantai dengan perairan sedalam 5 meter.

Menurut para ahli dari Otoritas Barang Antik Israel, kawasan tersebut merupakan rumah bagi banyak harta arkeologi.

Baca juga: Bikin Kaget, Wanita 45 Tahun Temukan Batu Mirip Wajah Voldemort di Pantai

Beberapa di antaranya bahkan berusia hingga 4.000 tahun.

Menurut The New York Times, badai pada bulan Juni 2021 lalu menggeser pasir laut di daerah ini, sehingga mengungkap keberadaan beberapa artefak kuno.

Baca juga: Pemburu Temukan Benda Antik Berusia Ribuan Tahun di Dalam Perut Buaya

Meski pejabat pemerintah mengetahui lokasi harta karun, penemuan semacam itu bisa sulit dipahami karena pasir yang terus bergerak.

Khawatir penemuannya akan terkubur kembali di pasir, Katzin itu membawa pedang kuno ke darat.

Kemudian, ia mengirimkannya ke pakar pemerintah, kata pihak berwenang.

Pedang itu akan dibersihkan, dianalisis lebih lanjut, dan ditempatkan di museum, menurut The New York Times.

Sebagai balas jasa penemuannya, Katzin diberi sertifikat penghargaan untuk kewarganegaraan yang baik.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Bebek di Australia yang Dapat Meniru Ucapan Manusia

Baca juga: Pulau Paling Utara di Dunia Ditemukan, Luasnya Hanya 30 Meter

(TribunTravel.com/Mym)

Baca selengkapnya soal artikel viral di sini.