Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Niat Lakukan Yoga di Atas Papan Dayung, Instruktur dan Muridnya Malah Hanyut ke Laut

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekelompok orang melakukan paddleboarding menggunakan papan dayung

“Tentu saja Anda akan tersesat saat bermeditasi di atas papan di lautan tanpa ada yang menghentikan Anda. Saya harap ini adalah pengalaman yang mencerahkan.”

“Meskipun mereka berada di papan dan bukan kapal, mereka tetap harus menggunakan jangkar parasut atau semacamnya. Jika ada sedikit angin, mereka akan hanyut.”

“Tidak apa-apa jika itu hobimu tetapi kamu harus berhati-hati untuk tidak membahayakan orang lain. Meditasi di laut bisa berakibat fatal.”

“Chigasaki memiliki arus yang cukup kuat antara pantai dan Pulau Uba. Tergantung pada waktunya, mereka dapat mengubah arah secara tiba-tiba dan menjadi sangat berbahaya. Penduduk setempat tahu ini.”

"Mereka beruntung bahwa lima menit setelah menelepon seseorang di kano menemukan mereka."

“Mungkin sebaiknya Anda tidak bermeditasi di laut?”

Kisah Tragis di Balik Kuil Kecil di Tawarayama Jepang yang Dikelilingi Patung Kelamin Pria

Sekira setengah mil jauhnya dari kota mata air panas Tawarayama, Nagato, Jepang, kuil kecil Mara Kannon berdiri kokoh di dalam hutan.

Kuil ini terlihat cukup kecil.

Namun apa yang menjadikan kuil ini unik adalah deretan patung kelamin pria yang mengelilinginya.

Patung-patung tersebut tidak hanya diukir dari kayu dan batu.

Bahkan ada yang berbahan stainless steel.

Jalan menuju Mara Kannon, Jepang (melvil, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Baca juga: Siap Sambut Kembali Wisatawan Asing, Jepang Hanya Terima 3 Jenis Vaksin Ini

Kualitas pengerjaan dan perhatian terhadap detail menandai patung-patung tersebut sebagai seni, dan kuil terasa seperti galeri seni.

Meski tak biasa, keberadaan patung kelamin pria ini memiliki kisah tragis di baliknya.

Dilansir TribunTravel dari laman atlasobscura, pada 1551, selama periode perang, mantan pemimpin, Ōuchi Yoshitaka dikhianati oleh pengikutnya dan dipaksa untuk melakukan seppuku.

Halaman
1234