Setiap satu ekor gajah bisa menghasilkan kotoran sebanyak 20 kilogram.
Jika dikalikan dengan jumlah gajah yang ada di Taman Safari Bogor, yakni 50 ekor lebih, berarti setiap hari ada lebih dari 1.000 kilogram kotoran.
Jumlah tersebut tentunya sangat cukup bagi Safari Poo Paper untuk memproduksi kertas daur ulang.
Setiap hari kotoran gajah dikumpulkan dan dibawa ke lokasi pengolahan Safari Poo Paper.
Baca juga: Asyiknya Safari Trek, Pengalaman Seru Menyusuri Alam Terbuka di Taman Safari Bogor
"Kualitas kotoran gajah yang bagus adalah yang baru keluar," papar Mukdor.
Menurutnya, kotoran gajah yang sudah didiamkan beberapa hari sebenarnya masih bisa dipakai sebagai bahan pembuatan kertas daur ulang.
Namun, warna hasil kertasnya akan berbeda lantaran mulai kecokelatan meski kualitasnya tetap sama.
"Berpengaruh ke warna saja, jadi kertasnya agak gelap," ujar Mukdor.
Sebelum dijadikan bahan pembuat kertas daur ulang, kotoran harus dicuci dan direbus terlebih dahulu.
Dari kotoran itulah, didapat serat-serat tanaman hasil pencernaan gajah.
Baca juga: 6 Aktivitas Seru di Istana Panda, Fasilitas Unggulan di Taman Safari Bogor
Serat-serat ini lalu dijemur hingga kering.
Setelah kering, barulah dicampur dengan kertas-kertas bekas yang tak terpakai dengan komposisi 60 persen kertas bekas dan 40 persen serat kotoran gajah.
Adonan bubur kertas kemudian dibentuk hingga menjadi lembaran berukuran 40 x 50 centimeter.
Lembaran ini lalu dijemur supaya mengering sekira seharian hingga nampak seperti lembaran kertas.
Dalam sehari, produksi Safari Poo Paper bisa mencapai 210 lembar kertas.
Baca tanpa iklan