Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Daisugi, Cara Unik Orang Jepang Menanam Pohon di Lahan Sempit

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Daisugi, teknik bertanam unik di Jepang

Tetapi pohon yang ditanam dengan teknik daisugi sebenarnya tumbuh lebih cepat dibandingkan pohon yang ditanam di tanah.

Tidak hanya itu, teknik kehutanan yang cerdik ini juga menghasilkan kayu Kitayama yang 140 persen lebih fleksibel dari kayu cedar biasa dan 200 persen lebih padat dan kuat.

Dikutip TribunTravel dari laman Odditycentral.com,  daisugi dikembangkan pada abad ke-14, pada masa Sukiya-zukuri, sebuah tren gaya arsitektur yang bercirikan penggunaan bahan-bahan alami, khususnya kayu.

Batang kayu Kitayama yang lurus dan tidak berserat digunakan sebagai pilar di rumah-rumah bergaya Sukiya-zukuri.

Tetapi, pada masa itu tidak ada cukup lahan untuk menanam pohon Kitayama untuk memenuhi tingginya permintaan, maka lahirlah daisugi.

Twitter Wrath of Gnon

Dalam postingannya, ia mengatakan satu pohon Kitayama dapat mendukung lusinan tunas lurus sekaligus, dan dapat digunakan hingga 200-300 tahun, sebelum menjadi usang.

“Pohon induk” ini masih bisa ditemukan di daerah tertentu di Jepang dan beberapa diantaranya memiliki batang dengan diameter sekitar 15 meter.

Permintaan pohon Kitayama mereda pada abad ke-16, sehingga popularitas daisugi sebagai teknik kehutanan juga menurun.

Namun, karena efek visualnya yang mencolok, daisugi masih dapat disaksikan pada taman hias di seluruh Jepang.

Baca juga: Napak Tilas Peristiwa G30S di 3 Museum di Jakarta, Ada Monumen Pancasila Sakti

Baca juga: Pesawat Baru Tiba di Bandara, Penumpang Ini Keluar dari Pintu Darurat dan Lompat ke Sayap Pesawat

Baca juga: Chiang Mai Night Safari Buka Kembali, Jam Operasional Dibagi Jadi 2 Ronde Kunjungan

Baca juga: Rahasia di Balik Hilangnya Kursi Pesawat Baris 13 dan 17

TribunTravel.com/rizkytyas