Sebelum pandemi, Yanto mengaku bisa menjual hingga 300 porsi dalam sehari.
Namun kini, hanya ada sekira 150 porsi yang bisa ia jual setiap hari.
Yanto mengungkapkan bahwa selama PPKM, ia jualan mulai pukul 16.00 - 20.00 WIB.
Baca juga: Gulai Kambing Tersembunyi di Bandung yang Super Laris, Tak Sampai 2 Jam Ludes Terjual
"Buka jam 4 sore sampai jam 8 malam, sesuai aturan," kata Yanto.
Jam buka Ayam Bakar Yanto memang tak jauh beda dengan sebelum diberlakukannya PPKM.
Meski begitu, Yanto mengatakan bahwa sebelum masa PPKM ada lebih banyak pembeli yang datang.
Selama masa PPKM, Ayam Bakar Yanto juga tidak melayani dine-in atau makan di tempat.
Baca juga: Tongseng Legendaris Super Laris di Muntilan, 18 Kilogram Daging Kambing Ludes Sehari
"Take away semua, atau biasanya pada makan di mobil," tutur Yanto.
Setelah puas berbincang, tiba waktunya Gharda untuk mencicipi sajian Ayam Bakar Yanto.
Soal rasa tak perlu diragukan lagi, tentunya lezat dan menggugah selera.
Sewaktu mencicipinya, Gharda bahkan mengatakan bahwa Ayam Bakar Yanto merupakan salah satu ayam bakar terbaik di Jogja.
"Ayam bakarnya benar-benar lunak banget," ungkap Gharda sembari mencicipi sajian di Ayam Bakar Yanto.
"Rasanya dominan ke manis, tap gak terlalu manis. lunaknya bukan main," tambahnya.
Sajian Ayam Bakar Yanto semakin spesial dengan adanya kuah tambahan seperti bumbu kacang.
"Kuah bikin rasa manis ayam bakarnya semakin strong, nagih kuah tambahannya, pungkas Gharda.
Baca juga: Mi Ayam Bakso Murah Rp 3.000 di Klaten, 340 Porsi Ludes Terjual Sehari
Baca juga: Bubur Ayam Enak di Jakarta Super Laris, Jualan Sehari Ludes 400 Porsi
(TribunTravel.com/Mym)
Baca selengkapnya soal rekomendasi kuliner di sini.
Baca tanpa iklan