Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Olimpiade 2021

Mengintip 700 Jenis Kuliner Khusus untuk Atlet Olimpiade Tokyo 2020

Penulis: Nurul Intaniar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Olympic dan Paralympic Village di gelaran Olimpiade Tokyo 2020

Bahan-bahan yang digunakan berasal dari 47 wilayah di Jepang, termasuk wilayah yang terkena gempa bumi, tsunami, dan bencana nuklir 2011, sesuai dengan tema “Recovery Games” Olimpiade.

Meskipun beberapa negara masih membatasi konsumsi makanan dari daerah yang terkena dampak kecelakaan nuklir Fukushima, Jepang mengatakan produk dari wilayah tersebut tunduk pada standar yang lebih ketat daripada yang digunakan di tempat lain di dunia dan barang-barang diuji secara ketat.

Jadi sementara penyelenggara akan menunjukkan asal makanan yang disajikan di ruang makan kasual, tidak akan ada label khusus untuk menandai item dari Fukushima.

Baca juga: Ngeri, Seratusan Kerangka Manusia Ditemukan di Stadion yang akan Dipakai Olimpiade Tokyo 2020

TONTON JUGA:

Olimpiade tanpa penonton?

Di Jepang, masih ada kekhawatiran bahwa Olimpiade yang ditunda karena pandemi Covid-19 mulai 23 Juli bisa menjadi acara penyebar super, meskipun penyelenggara baru-baru ini memutuskan untuk mengadakan hampir semua kompetisi dilakukan tanpa adanya penonton.

Olympic Village rupanya dibuka setelah keadaan darurat baru diberlakukan di Tokyo.

Menanggapi gelombang infeksi lain yang didorong oleh varian Delta, ada aturan baru yang diberlakukan.

Mulai dari pembatasan pergerakan masyarakat hingga restoran dilarang menyajikan alkohol.

Aturan selama keadaan darurat tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 22 Agustus.

Delegasi Olimpiade sudah mulai tiba di Jepang sejak awal bulan ini untuk pre-Games camp, dengan lebih dari 2.200 yang diprakirakan akan memasuki negara itu mulai minggu hingga 18 Juli.

Jadi meskipun pandemi akan membayangi Olimpiade, Nishimura berharap hidangannya akan menawarkan sesuatu yang menyegarkan.

“Atlet yang datang ke Olimpiade bisa kehilangan selera karena musim panas yang terlalu panas ditambah harus berlatih keras. Mereka mungkin juga merasakan banyak tekanan karena berkompetisi di ajang sebesar itu,” katanya.

“Saya bahkan akan mengatakan bahwa memakan ini akan membuat mereka bersaing dalam kondisi prima.”

(TribunTravel.com/Nurul Intaniar)

Informasi lain seputar Olimpiade Tokyo 2020

Baca juga: Jadi Rumah Para Atlet Selama Olimpiade Tokyo 2020, Seperti Apa The Olympic Village?

Baca juga: Viral, Aksi Seorang Wanita Berusaha Padamkan Obor Olimpiade Tokyo 2020