Menurut penuturan cici, warungnya tutup pada libur hari besar saja.
"Buka 24 jam nonstop, libur pas hari besar doang, Idul Fitri dan Idul Adha," tuturnya.
Lantaran buka selama 24 jam, Cici menjelaskan bahwa ia harus menyetok hingga 400 kilogram iga dalam sehari.
Setelah puas berbincang, tiba saatnya Gharda mencoba sajian Sop Iga A4.
Menurut Gharda, kuahnya terasa gurih, namun cenderung lebih ke arah asin.
Selain itu, kuahnya juga terasa begitu segar.
"Bener-bener seger banget," kata Gharda saat mencicipi kuah sop iga.
Dalam penyajiannya, iga dihidangkan dengan kuah lengkap dengan irisan daun bawang dan bawang goreng.
Sementara saat mencicipi iga-nya, Gharda menjelaskan bahwa masih terdapat lumayan banyak daging yang menempel.
Rasanya juga lezat, sebab rasa kuahnya sidah sangat meresap pada daging.
Jika ingin lebih kenyang, kamu bisa menyantapnya dengan nasi putih yang dibanderol seharga Rp 3.000 saja.
Baca juga: Tongseng Legendaris Super Laris di Muntilan, 18 Kilogram Daging Kambing Ludes Sehari
Baca juga: Sajian Kuotie Super Laris di Jakarta Utara, Belum Buka Sudah Dapat Ratusan Orderan
(TribunTravel.com/Mym)
Baca selengkapnya soal rekomendasi kuliner di sini.
Baca tanpa iklan