Meski begitu, selama 27 tahun berdagang di pinggir jalan, sudah banyak asam garam yang dialami Buyung.
Mulai dari ditertibkan petugas Satpol PP di waktu-waktu tertentu misalnya saat Presiden hendak lewat.
Belum lagi apabila hujan mengguyur Menteng.
Sudah pasti, dagangan Buyung akan sepi pembeli karena lapak sederhananya tidak dapat menangkal tampias hujan.
Buyung bukan tidak mau memiliki rumah makan berbentuk toko besar.
Namun kata Buyung, modalnya belum mencukupi untuk menyewa toko di bilangan Cikini.
Apabila pindah dari Cikini, Buyung takut langganannya pergi.
Pasalnya, mayoritas pelanggannya merupakan karyawan kantoran di sekitar kawasan Cikini.
Bukan tidak ada alasan, pegawai kantoran di Cikini menyerbu restoran kaki lima milik Buyung.
Baca juga: Mencicipi Manisnya Godok Batinta, Gorengan Khas Minang yang Hanya Dijumpai saat Ramadan
Selain harganya yang pas di kantong, masakan Buyung juga terasa lezat.
Menu favorit di Lapau Nasi Jaya ialah gulai kambing, gulai tunjang, dan dendeng balado.
Rasa gulai kambing Lapau Nasi Jaya memang cukup lezat.
Selain tidak terasa bau, gulai kambing di lapak kaki lima itu juga lembut.
Daging kambing langsung terlepas dari tulangnya saat dimakan.
Sementara kuahnya terasa ringan di lidah.
Baca tanpa iklan