Taman Margasatwa Ragunan berusaha dapat meningkatkan pelayanan pemanfaatan labotratorium alam untuk penelitian ilmu dasar.
Kesempatan untuk penelitian tingkah laku dan biologi satwa akan lebih mudah, yang mungkin sulit dilakukan di alam bebas.
Untuk para ahli biologi, merupakan hal yang sangat sulit untuk mempelajari tingkah laku, kebiasaan makan dan lainnya di alam bebas.
Baca juga: Sejarah Berdirinya Taman Margasatwa Ragunan, Ternyata Sudah Ada Sebelum Indonesia Merdeka
Di alam bebas satwa sulit ditemui, apalagi untuk menyelidiki keberadaan kehidupanya yang menyangkut kebutuhan peralatan dalam rangka penyelidikan ilmiah di alam bebas.
Juga tidak baik bila menggangu satwa di alam bebas untuk diselidiki.
Sebagian besar penyelidikan ini banyak dilakukan di kebun binatang.
Data yang terkumpul di alam bebas lebih sedikit jika dibandingkan dengan data yang diperoleh di kebun binatang.
Pendidikan
Taman Margasatwa Ragunan berusaha untuk memanfaatkan potensi yang cukup besar dalam mendidik pengunjung dari berbagai umur dan latar belakang mengenai suaka margasatwa.
Kebun binatang tersebut berusaha untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat mengenai kehidupan satwa.
Baca juga: 8 Sarana Rekreasi di Taman Margasatwa Ragunan, Bikin Momen Liburan Lebih Seru
Peningkatan pelayanan pendidikan akan kepedulian terhadap satwa, yang merupakan titik awal untuk mendorong pengunjung menjadi lebih peduli terhadap kehidupan alam serta keseimbangan kehidupan dunia.
Taman Margasatwa Ragunan berusaha untuk meningkatkan pelayanan pendidikan mengenai informasi satwa, habitat, biologi serta ancaman terhadap keberadaanya.
Bagian pendidikan ini juga menjalin hubungan penting antara masyarakat dan satwa.
Para staf bekerja untuk membangun kesadaran, memberi informasi dan menciptakan cinta dan empati dalam hati masyarakat bagi satwa di Taman Margasatwa Ragunan dan kehidupan liar secara umum.
Pihak kebun binatang mendatangi sekelompok anak sekolah dan mendampingi tur, pemutaran film, slide dan lain-lain.
Baca tanpa iklan