Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Kanada Dilanda Gelombang Panas Mematikan, Ratusan Orang Tewas

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi gelombang panas ekstrem

"Saya harap tidak pernah menjadi seperti ini lagi. Ini terlalu berlebihan."

Yang lain mengeluh bahwa beberapa penduduk lebih rentan terhadap panas daripada yang lain.

"Saya merasakan orang-orang itu apakah mereka demografis lansia atau orang-orang yang tinggal di pusat kota sebelah timur Vancouver yang tidak memiliki tempat yang sejuk untuk tinggal atau tidur," kata perenang sungai Graham Griedger.

Environment Canada mengatakan gelombang panas kota itu akan berkurang intensitasnya mulai Rabu tetapi suhu panas yang tidak sesuai dengan musimnya akan bertahan selama sisa minggu ini.

Baca juga: Dibuka Mei 2021, Begini Wajah Jembatan Gantung Baru di Kanada yang Menakjubkan

Kebakaran hutan yang disebabkan gelombang panas (Gerd Altmann /Pixabay)

Baca juga: Kanada Akan Buka Jembatan Gantung Baru Pada Mei 2021, Seperti Apa?

'TIDAK AKAN MENJADI YANG TERAKHIR'

Perubahan iklim menyebabkan rekor suhu menjadi lebih sering.

Secara global, 2009 hingga 2019 tercatat sebagai yang terpanas, dan lima tahun terpanas semuanya terjadi dalam lima tahun terakhir.

"Kami telah melihat semakin banyak jenis peristiwa cuaca ekstrem ini dalam beberapa tahun terakhir. Jadi secara realistis, kami tahu bahwa gelombang panas ini tidak akan menjadi yang terakhir," kata Trudeau.

Panas terik yang membentang ke wilayah Arktik Kanada menyebabkan "kubah panas".

Suhu di kota-kota Portland dan Seattle di Pasifik Barat Laut AS mencapai tingkat yang tidak pernah terlihat sejak pencatatan dimulai pada 1940-an: 46 derajat Celcius di Portland dan 42 derajat di Seattle pada Senin.

Perdana Menteri British Columbia, yang mencakup Vancouver, mengatakan "minggu terpanas yang pernah dialami warga British Columbia" memiliki "konsekuensi bencana bagi keluarga dan masyarakat".

Kepala koroner provinsi melaporkan "peningkatan signifikan dalam kematian yang dilaporkan di mana diduga bahwa panas ekstrem telah berkontribusi".

Layanan tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya mencatat 233 kematian antara Jumat dan Senin, dibandingkan dengan rata-rata 130.

Gelombang panas telah memaksa sekolah dan pusat vaksinasi Covid-19 tutup di daerah Vancouver, sementara para pejabat mendirikan air mancur sementara dan stasiun gerimis di sudut-sudut jalan.

Kota-kota di seluruh Amerika Serikat bagian barat dan Kanada membuka pusat pendinginan darurat dan petugas membagikan botol air dan topi.

Baca juga: Kapal Pesiar Dilarang Berlayar di Perairan Kanada hingga 2022, Begini Penjelasannya

TribunTravel/Ambar