Namun penemuan Gobekli Tepe menimbulkan beberapa pertanyaan serius tentang teori itu.
Lagi pula, orang tidak menetap di Gobekli Tepe.
Dan mereka tidak mendirikan pertanian di sana.
Baca juga: Mengenal Kolonya, Cairan Pembersih Tangan Tradisional Turki yang Disebut Bisa Menghalau Covid-19
Sebaliknya, mereka tampaknya berkumpul sebagai pemburu-pengumpul untuk membangun kuil.
“[Gobekli Tepe] menunjukkan perubahan sosial budaya datang lebih dulu, pertanian datang kemudian,” kata Hodder.
Schmidt, Hodder, dan lainnya menduga bahwa mengejar sesuatu yang spiritual — dan bukan surplus makanan, seperti yang selama ini diyakini — yang melahirkan peradaban seperti yang kita pahami sekarang.
Tapi apa itu sesuatu yang spiritual?
Melihat kembali ke jurang ribuan tahun, mungkin sulit bagi mata modern untuk memahaminya.
Beberapa arkeolog mulai mencari lebih banyak petunjuk tentang keberadaan spiritual di kuil.
Mereka mulai menghubungkan burung nasar, yang terukir di pilar kuil, sebagai penghubung untuk membawa manusia ke surga.
Atau mungkin, seperti spekulasi Schmidt, Gobekli Tepe digunakan sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi para pemburu pemberani.
Pada 2017, para arkeolog menemukan petunjuk baru - dan selangkah lebih dekat untuk memecahkan beberapa misteri kuno kuil.
Penemuan Ukiran Tengkorak Di Gobekli Tepe
Dilansir TribunTravel dari laman allthatinsteresting, pada 2017, para arkeolog membuat penemuan signifikan di Gobekli Tepe: tengkorak manusia.
Yang mengejutkan, beberapa tengkorak ini sengaja diukir — dengan alur lurus yang dalam dari depan ke belakang.
"Ukiran itu adalah garis yang sangat dalam di tulang," kata Julia Gresky dari Institut Arkeologi Jerman di Berlin. "Ini adalah bukti pertama yang kami miliki untuk tengkorak manusia yang diukir di mana saja."
Tapi apa arti tengkorak manusia yang diukir?
Anehnya, tengkorak manusia tanpa ukiran juga ditemukan di sana.
Ini memberi bukti jika tengkorak tertentu diukir karena suatu alasan.
Entah itu berasal dari kepala leluhur yang dihormati atau musuh.
Penemuan tengkorak ini membuktikan jika masih banyak hal yang harus dikuak dari kuil.
Meski demikian, keberadaan kuil ini membuktikan jika agama muncul sebelum zaman pertanian.
Pertanyaannya kini, apa yang membuat para pemburu-pengumpul membangun kuil?
Jawabannya masih terus digali para arkeolog.
Ambar Purwaningrum/TribunTravel
Baca tanpa iklan