Pemandangan Miris Kamp Hewan di Thailand, Gajah Kurus Ditemukan Terikat Rantai Leher

Potret gajah

Authai Saetang, petugas regional dari Departemen Pengembangan Peternakan (DLD), menambahkan: 'Tim mengunjungi kamp gajah pada 18 Juni dan melepaskan rantai dari tiga gajah. Mereka diperiksa oleh dokter hewan kami dan kemudian dikembalikan ke pemiliknya.

'Peringatan resmi dibuat dan dia setuju untuk tidak memelihara hewan dalam kondisi itu. Kami akan periksa lagi di masa depan dan jika gajah diabaikan dia akan diadili dan gajah akan disita.'

Dilansir TribunTravel dari laman dailymail, pejabat kamp dan pawang Thavorn Parnkaew meminta maaf setelah insiden tersebut dan menyangkal bahwa mereka kejam terhadap hewan.

Dia bersikeras bahwa gajah telah dirantai karena 'masalah keamanan' dan menambahkan bahwa dia akan memberitahu pawang untuk tidak mengikat hewan di leher mereka lagi.

Pelatih gajah melanjutkan: 'Banyak pawang kami diberhentikan karena Covid-19.

Baca juga: Kisah Tragis Tyke, Gajah Sirkus yang Ditembak Mati Polisi

'Kamp tidak dapat menanggung biaya membayar pawang dan memilih mempertahankan biaya makanan untuk gajah.

'Kami sekarang menghadapi kekurangan pawang untuk merawat gajah, jadi kami harus merantai mereka untuk masalah keamanan. Kami selalu merawat mereka seperti keluarga kami.

'Kami mohon maaf dan akan menginstruksikan semua pawang kami di kamp untuk tidak mengikat leher gajah lagi. Kami berharap pengertian semua orang.'

Kelompok hak hewan, termasuk People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), telah mengkampanyekan negaraThailand untuk melarang penggunaan gajah dalam industri pariwisata.

Bos organisasi Asia Jason Barker mengatakan: 'Kamp gajah, yang telah mendapat keuntungan dari penderitaan gajah selama beberapa dekade, harus mengembalikan gajah di tempat-tempat perlindungan terkemuka seperti BLES segera sebelum mereka mati karena diabaikan dan kelaparan.

Baca juga: 4 Kisah Memilukan Gajah Berujung Tragis, Dipaksa Parade hingga Angkut Turis

Ilustrasi dua gajah (unsplash.com/@emmanem)

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Heboh Temuan Bangkai Gajah Mina di Perairan Natuna, Begini Penjelasan LIPI

Halaman
1234