Mantan Pembawa Acara Marah saat Dipaksa Bayar Bagasi Tambahan Rp 10,8 Juta untuk Satu Tas

Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Sinta Agustina
Ilustrasi bagasi kabin.

Setibanya di bandara dan diberitahu biaya yang harus dibayarkan, Hockley bertanya apakah dia bisa ditingkatkan kelasnya tapi staff tersebut malah menolaknya.

"Kelas satu dan kabin lainnya terdapat sedikit penumpang di sana," kata Hockley.

Baca juga: 9 Hal yang Sebenarnya Ingin Pramugari Ungkap ke Penumpang, Termasuk Soal Angkat Bagasi

Ilustrasi penumpang pesawat duduk di kabin. (Pixabay/RyanMcGuire)

"Saya mengerti jika mereka perlu uang, tetapi tidak bisa seenaknya melakukan tagihan besar di situs web atau telepon dan tidak ada peningkatan kelas tapi saya harus bayar biaya yang segitu banyaknya."

Staff itu mengatakan pada Hockley jika ia tak bisa mendapatkan kenaikan kelas di pesawat dengan alasan perihal makanan.

Bahkan saking jengkelnya, Hockley pun men-tag akun Instagram Etihad Airways, @etihad.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke news.com.au, juru bicara Etihad mengatakan mereka “kecewa” dengan keluhan Hockley, tetapi “bersiap” menangani kasua biaya bagasi ini.

"Etihad mengetahui kasus khusus ini dan sementara kami kecewa karena Nona Hockley tidak sepenuhnya puas dengan pengalaman perjalanannya, kami mendukung cara kasus ini ditangani," bunyi pernyataan itu.

“Menjelang penerbangan, tim layanan tamu kami menginformasikan kepada penumpang tentang biaya kelebihan bagasi per kilogram, yang ditetapkan sesuai dengan tujuan akhir. Dijelaskan pula bahwa sebagai penerbangan codeshare, kelebihan bagasi harus dibeli di bandara."

Baca juga: Penumpang Keluhkan Kebijakan Bagasi Wings Air di Wakatobi: Kopernya Tidak Benar-benar Ditimbang

TONTON JUGA:

“Karena keterbatasan kapasitas yang tersedia untuk mendukung pergerakan kargo penting secara global, sayangnya, ada biaya kargo dan bagasi yang mahal.

Halaman
123